Keluhan Selama Menggunakan IUD

Seorang ibu 2 anak berusia 31 tahun, sudah menggunakan alat kontrasepsi IUD selama 6 bulan. Ia bertanya kepada saya mengenai keluhan rasa sakit di bagian bawah perut yang ia alami saat haid, disertai dengan keluarnya darah haid yang sangat banyak. Setiap terjadi tekanan, maka terjadi semacam kontraksi dalam perut yang luar biasa sakitnya. Ia khawatir hal ini merupakan efek samping dari alat kontrasepsi yang digunakannya tersebut.

IUD adalah kontrasepsi yang telah terbukti sangat efektif dan aman serta banyak dipakai di seluruh dunia termasuk Indonesia. Pada waktu menstruasi (haid), terjadi pelepasan selaput lendir uterus (rahim). Selaput lendir rahim dikeluarkan dari dalam rahim dalam bentuk darah haid. Akibatnya terjadi semacam luka dalam rongga uterus. Secara spontan uterus akan bereaksi dengan cara berkontraksi untuk menutup luka dan menghentikan perdarahan yang timbul akibat luka tersebut. Kontraksi uterus menimbulkan rasa nyeri yang bervariasi, mulai dari nyeri yang sangat ringan sampai nyeri hebat. Pada pemakai IUD, upaya untuk menutup luka dan menghentikan perdarahan tersebut terhalang oleh IUD. Akibatnya perdarahan haid akan terjadi relatif lebih lama dan lebih banyak. Untuk menghentikan perdarahan tersebut, secara spontan uterus akan berkontraksi lebih keras. Akibatnya, timbul rasa nyeri yang lebih hebat. Biasanya keluhan haid yang lebih lama dan darah yang keluar lebih banyak, serta RASA NYERI (hebat), akan menghilang dalam waktu beberapa bulan. Bila keluhan tersebut masih berlangsung, maka dapat diatasi dengan minum obat analgetik (anti-nyeri), seperti: Asam Asetil Salisilat, 3 kali 1 tablet SETELAH makan, atau Asam Mefenamat, 3 kali 250 mg. Obat-obat tersebut hanya diminum bila DIPERLUKAN



Prof. Dr. Biran Aff andi, SpOG(K)