Perdarahan Setelah Mengganti Kontrasepsi

Seorang pasien saya, ibu satu anak yang berusia 27 tahun, berkonsultasi mengenai masalah yang dihadapinya setelah berganti alat kontrasepsi. Sejak kelahiran anak pertama setelah selesai masa nifas ia langsung berkonsultasi dengan dokter mengenai pilihan kontrasepsi yang sesuai dan cocok dengan kebutuhannya. Akhirnya, ia memilih KB Spiral, dan beberapa tahun lalu ia memutuskan untuk melepasnya, pada saat sedang menstruasi, karena karena merasa kurang nyaman. Kemudian dokter memberikan alat kontrasepsi pengganti yaitu pil KB yang berisi etinilestradiol dan siproteron asetat. Setelah melepas spiral dan minum pil KB, ia mengalami haid yang tidak berhenti sampai sekitar 13 hari. Ia khawatir telah terjadi sesuatu pada dirinya.

Menurut saya, pemakaian pil KB yang dilakukan pasien saya sudah benar, yaitu pada saat haid, IUD dicabut dan dilanjutkan dengan minum pil. Salah satu keluhan pemakai pil adalah perdarahan yang sedikit-sedikit. Biasanya keluhan perdarahan ini akan menghilang setelah satu-dua bulan pemakaian. Perdarahan dapat pula terjadi karena pil diminum tidak teratur. Misalnya pil diminum tidak pada waktu yang sama. Seingatnya saja, kadang pagi, kadang siang, dan kadang malam. Atau bahkan, pil KB sering lupa diminum, dua hari diminum, dan hari berikutnya lupa. Begitulah selanjutnya kadang diminum, kadang tidak. Kebiasaan inilah yang sering menimbulkan keluhan perdarahan. Agar pil KB diminum teratur diperlukan kiat. Salah satu kiat yang mungkin dapat dipakai adalah: “Pil KB disimpan didalam tas atau dompet yang selalu dibawa kemanapun pergi. Biasakan pil selalu diminum, setiap hari, setelah makan malam, sebelum tidur”. Pil KB adalah salah satu kontrasepsi yang berdaya guna tinggi. Tapi memerlukan ketertiban atau kepatuhan pemakaian. Bila tertib dan patuh, biasanya keluhan jarang terjadi.



Prof. Dr. Biran Aff andi, SpOG(K)