Cara Minum Pil KB dan Keputihan

Cara Minum Pil KB dan Keputihan

Seorang pasien saya, seorang ibu berusia 30 tahun, bertanya mengenai masalah kesehatan salah satu alat reproduksinya, yaitu vagina. Setelah melahirkan anak pertama, sang ibu menggunakan alat kontrasepsi KB suntik 1 bulan, dan setelah 1,5 tahun, sang ibu mengalami pendarahan dan sempat diopname. Dokter yang merawatnya, menganjurkan agar dia memakai pil KB. Setelah minum pil KB, sang ibu mengeluh bahwa vaginanya sering terasa sakit saat berhubungan seks dengan suaminya. Selain itu, sang ibu juga mengalami keputihan hingga berwarna kuning. Selain mempertanyakan cara minum KB yang baik dan benar, termasuk risiko jika lupa minum pil KB, sang ibu juga menanyakan kemungkinan penyakit yang bisa terjadi pada vaginanya.

Terkait kontrasepsi KB Suntik, perlu saya jelaskan bahwa suntikan KB ada 2 macam, yaitu suntikan 1 bulanan dan suntikan 3 bulanan. Biasanya setelah melahirkan, diberikan suntikan 3 bulanan, karena suntikan ini tidak menekan produksi ASI. Suntikan 1 bulanan akan menyebabkan produksi ASI berkurang dan akhirnya menghilang. Suntikan 1 bulanan mengandung hormon progestin dan estrogen. Karena itu siklus perdarahannya relatif teratur. Namun efek samping berupa perdarahan dapat saja terjadi. Pil KB adalah salah satu cara untuk menghentikan keluhan perdarahan pada pemakai suntikan KB.

Mengenai cara minum Pil KB yang baik dan benar, maka yang harus diketahui oleh semua perempuan adalah bahwa Pil KB harus diminum setiap HARI! Seyogyanya pada waktu yang sama! PALING baik diminum setiap malam sebelum tidur! Bila lupa minum satu pil KB, begitu ingat SEGERA minum pil tersebut. Selanjutnya teruskan minum pil KB tersebut sampai habis!

Menurut saya, seyogyanya hubungan seks suami-istri dapat dinikmati bersama. Keluhan nyeri vagina pada hubungan seks, kemungkinan disebabkan karena sang ibu belum siap, sehingga kemungkinan cairan pelicin BELUM dikeluarkan vagina. Akibatnya timbul rasa nyeri. Keluhan ini akan diikuti keluhan “keputihan”. Untuk mencegahnya: lakukan dulu “foreplay”(perangsangan, pemanasan) sebelum melakukan hubungan seks. Bila setelah upaya tersebut diatas, masih timbul keluhan nyeri vagina dan keputihan, maka tindakan bijaksana yang bisa dilakukan oleh sang ibu adalah memeriksakan diri kepada dokter secara langsung.



Prof. Dr. Biran Aff andi, SpOG(K)