Ganti Kontrasepsi, Siklus Menstruasi Berubah

Perubahan siklus menstruasi setelah berganti alat kontrasepsi terkadang memang terjadi pada beberapa perempuan. Seorang pasien saya, ibu dua anak berusia 35 tahun, juga mengalaminya. Sejak kelahiran anak pertama, atas saran dokter, dia disarankan untuk menggunakan pil KB untuk menunda kehamilan anak kedua, dan merasa cocok dengan pil. Tetapi setelah kelahiran anak ke dua, dokter menyarankan dia untuk menggunakan IUD, karena tidak menginginkan anak lagi. Tapi pola menstruasi sang ibu saya menjadi lebih panjang, bahkan sampai 10 hari. Ia ragu apakah harus kembali ke alat kontrasepsi pil KB lagi, apalagi ia merasa keberatan dengan aturan minum yang ketat, serta kemungkinan risikonya terhadap ASI dan bayinya.

Pada dasarnya, IUD merupakan pilihan yang sesuai untuk kontrasepsi jangka panjang, dan juga aman bagi ibu menyusui karena tidak mengandung hormon estrogen. Tetapi pada sebagian kecil perempuan, terkadang muncul keluhan masa menstruasi yang lebih panjang. Saat ini sudah ada IUD terbaru yang mengandung hormon, atau yang dikenal sebagai IUS (Intra Uterine System), yang memberikan manfaat berupa menstruasi yang lebih ringan, bahkan biasanya digunakan sebagai terapi kepada perempuan dengan masalah menoragia (pendarahan menstruasi berlebihan).

Saran saya, bila sang ibu memilih kembali menggunakan pil, maka selama menyusui disarankan untuk menggunakan pil untuk ibu menyusui, yaitu pil KB dengan kandungan hormon progestogen saja. Bila sudah tidak lagi menyusui, dia dapat melanjutkan dengan pil KB Kombinasi. Pil KB aman digunakan dalam jangka waktu yang panjang, hingga memasuki masa menopause. Untuk mendapatkan informasi yang lebih detil dan akurat, berkonsultasi langsung dengan dokter merupakan tindakan yang juga saya sarankan.



Prof. Dr. Biran Aff andi, SpOG(K)