IUD Menyebabkan Perdarahan?

Benarkah IUD dapat menyebabkan perdarahan dan keputihan setiap hari? Pertanyaan itu muncul dari salah seorang pasien saya, belum lama ini.

IUD adalah kontrasepsi yang telah terbukti sangat efektif dan aman serta banyak dipakai di seluruh dunia termasuk Indonesia. Pada waktu menstruasi (haid), terjadi pelepasan selaput lendir uterus (rahim). Selaput lendir rahim dikeluarkan dari dalam rahim dalam bentuk darah haid. Akibatnya terjadi semacam luka dalam rongga uterus. Secara spontan uterus akan bereaksi dengan cara berkontraksi untuk untuk menutup luka dan menghentikan perdarahan yang timbul akibat luka tersebut. Kontraksi uterus menimbulkan rasa nyeri yang bervariasi, mulai dari nyeri yang sangat ringan sampai nyeri hebat.

Pada pemakai IUD, upaya untuk menutup luka dan menghentikan perdarahan tersebut terhalang oleh IUD. Akibatnya perdarahan haid akan terjadi relatif lebih lama dan lebih banyak. Untuk menghentikan perdarahan tersebut, secara spontan uterus akan berkontraksi lebih keras. Akibatnya timbul rasa nyeri yang lebih hebat. Biasanya keluhan haid yang lebih lama dan lebih banyak serta RASA NYERI (hebat), akan menghilang dalam waktu beberapa bulan. Bila keluhan tsb masih berlangsung, maka dapat diatasi dengan minum obat analgetik (anti nyeri), seperti: Asam Asetil Salisilat, 3 kali 1 tablet SETELAH makan, Asam Mefenamat, 3 kali 250 mg. Obat-obat tersebut hanya diminum, bila DIPERLUKAN!

Mengenai keputihan, ada dua macam keputihan, yaitu keputihan yang “normal”, artinya bukan suatu penyakit atau bukan kelainan medik, dan keputihan yang “abnormal”, artinya disebabkan suatu penyakit atau suatu kelainan medik. Keputihan yang tidak normal, biasanya tidak bening, berwarna kekuningan sampai hijau. Ada gumpalan, seperti tepung yang tidak larut. Menimbulkan rasa gatal atau tidak nyaman dan ingin digaruk. Baunya menyengat, amis, dan tidak sedap. Tanda lainnya adalah menimbulkan warna merah di sekitar vagina. Keputihan seperti ini biasanya disebabkan infeksi (jamur, bakteri, penyakit kelamin) atau sebab lain (keganasan).

Keputihan yang “normal”, biasanya bewarna bening, tidak bau, tidak menimbulkan rasa gatal, serta tidak menimbulkan iritasi di sekitar vagina. Keputihan “normal” inilah yang terjadi pada pemakai IUD. Penyebabnya, antara lain, terjadinya perdarahan yang terjadi pada pemakai IUD akan berhenti. Secara bertingkat darah yang keluar akan berubah menjadi cairan yang berwarna kekuningan. Selanjutnya berubah menjadi putih. Inilah yang disebut keputihan. IUD sendiri sebagai benda “asing” akan merangsang uterus (rahim) mengeluarkan cairan bening, yang biasa dikenal sebagai keputihan, yang akan berhenti sendiri dan tidak memerlukan pengobatan.



Prof. Dr. Biran Aff andi, SpOG(K)