Memilih Kontrasepsi yang sesuai

Memilih Kontrasepsi yang Sesuai

Seorang pasien saya sudah memiliki tiga orang putri, dan ingin mulai menggunakan alat kontrasepsi karena tidak ingin lagi memiliki anak. Ia masih menyusui namun ingin segera menggunakan alat kontrasepsi.

Sebenarnya menyusui bayi pada 6 bulan pertama setelah melahirkan adalah cara KB (kontrasepsi) yang efektif. Dengan syarat: sang ibu belum dapat haid. Serta bayi diberikan ASI eksklusif atau full breast-feeding artinya bayi tidak mendapat makanan/minuman tambahan selain ASI. Jadi MENYUSUI adalah kontrasepsi yang handal pada 6 bulan pertama pasca melahirkan dengan syarat sang ibu belum mendapatkan haid dan bayi mendapat ASI eksklusif atau full breast-feeding. Bila ketiga syarat tersebut tidak terpenuhi, maka seyogyanya sang ibu memakai cara KB atau kontrasepsi yang lain.

Bila sudah cukup anak dan tidak ingin hamil lagi, maka pilihan yang tepat adalah STERILISASI atau kontrasepsi mantap. Ada sterilisasi perempuan atau tubektomi atau metode operasi wanita (mow). Ada pula sterilisasi pria atau vasektomi atau metode operasi pria (mop). Bila masih ingin punya anak lagi, maka kontrasepsi yang dianjurkan adalah IUD. Ada 2 macam IUD yaitu IUD yang mengandung tembaga (Copper) dan IUD yang mengandung hormon disebut juga IUS (Intra Uterine System). Hanya ada satu IUS yaitu LNG-IUS. Pilihan lain adalah implan/ Susuk KB. Ada beberapa macam susuk KB. Ada yang 2 batang. Ada pula yang satu batang.

Selanjutnya dapat pula dipakai suntikan KB. Ada 2 macam suntikan KB. Ada Suntikan KB 3-bulan dan ada pula suntikan KB 1-bulan. Suntikan KB 3-bulan tidak menekan produksi ASI, karena hanya mengandung progestin saja. Sedangkan suntik KB 1-bulan mengandung estrogen dan progestin. Karena itu, menekan produksi ASI. Seperti suntikan KB, pil KB juga ada 2 jenis. Yaitu pil KB kombinasi, yang berisi progestin dan estrogen. Sehari-hari pil ini, kita sebut PIL KB. Pil KB kombinasi menekan produksi ASI. Pil KB yang lain adalah pil KB yang hanya berisi progestin saja. Karena itu tidak menekan produksi ASI. Pil ini disebut pil MINI atau pil PROGESTIN SAJA. Bila sang ibu masih menyusui, maka sebaiknya minum PIL MINI atau PIL PROGESTIN SAJA. Namun bila sang ibu tidak menyusui lagi, maka boleh minum pil KB kombinasi.



Prof. Dr. Biran Aff andi, SpOG(K)