PMDD Lebih Parah dari PMS

Apa Itu PMDD?

Premenstrual dysphoric disorder atau disingkat PMDD adalah keluhan premenstruasi dengan gejala-gejala yang lebih parah daripada premenstrual syndrome (PMS). Diperkirakan sekitar 3-8% perempuan usia subur 

Seperti apa gejalanya?

Penderita PMDD umumnya merasakan minimal lima gejala PMS klasik, baik fisik maupun psikologis, yang terjadi pada waktu bersamaan. Contohnya, mood swings, depresi, sangat mudah marah, nyeri pada payudara, dan perut kembung.

Berapa lama berlangsung?

Gejala PMDD biasanya muncul pada 5-11 hari sebelum hari pertama menstruasi dan akan hilang begitu menstruasi dimulai.

Apa efeknya?

Karena tingkat keparahannya yang lebih berat dibandingkan PMS, PMDD sering juga disebut sebagai “krisis bulanan”. Saat terjadi, PMDD bisa mempengaruhi kehidupan sosialmu, dan membatasi kemampuan dalam bekerja.

Bagaimana cara mengatasinya?

Sebuah penelitian membuktikan, penggunaan kontrasepsi oral yang mengandung jenis progestin tertentu dapat meringankan gejala dan keluhan PMDD hingga setengahnya pada hampir 50% partisipan. Berbagai penelitian lain juga memperlihatkan, kontrasepsi oral jenis ini lebih aman daripada kontrasepsi oral dosis rendah lainnya.

Konsultasikan kepada praktisi kesehatanmu.

Sumber:

•     Breech, L. & Braverman, P., 2009. Safety, efficacy, actions, and patient acceptability of drospirenone/ethinyl estradiol contraceptive pills in the treatment of premenstrual dysphoric disorder. Int J Womens Health, Volume 1, p. 85–95.

•     Cunningham, J., Yonkers, K. O. S. & and Eriksson, E., 2009. Update on Research and Treatment of Premenstrual Dysphoric Disorder. Harv Rev Psychiatry, 17(2), p. 120–137.

•     Kwan, I. & Onwude, J., 2009. Premenstrual Syndrome. Clinical Evidence, Issue 0806

•     Medlineplus. Premenstrual Dysphoric Disorder. Tersedia di https://medlineplus.gov/ency/article/007193.htm. Terakhir diakses: Agustus 2018.