PATCH

Bentuknya

Plastik elastis kecil dan tipis seperti koyo yang mengandung hormon estrogen dan progestin.

Cara kerja

Patch yang ditempel pada kulit melepaskan hormon estrogen dan progestin ke dalam darah secara berkala. Kedua hormon akan mencegah indung telur (ovarium) melepaskan sel telur, serta mempertebal lendir pada serviks, sehingga mencegah sperma masuk ke dalam rahim dan membuahi sel telur.

Cara pakai

Kamu dapat menempelkan patch pada kulit di perut bagian bawah, bokong, lengan atas, atau punggung. Biarkan patch menempel di kulit selama seminggu, setelah itu ganti dengan yang baru. Lakukan langkah ini hingga 3 kali (selama 3 minggu). Pada minggu ke-4, kamu tidak perlu memakai patch sama sekali karena pada saat ini seharusnya kamu sedang menstruasi. Setelah selesai menstruasi, kamu dapat mengulangi lagi proses pemasangan patch untuk 3 minggu ke depan.

Kelebihan

  • Sangat efektif
  • Mudah dipasang maupun dilepas
  • Tidak perlu dilakukan setiap hari
  • Tidak mempengaruhi hubungan intim

Kekurangan

  • Karena ditempel di kulit, patch dapat terlihat dan gampang copot terutama di negara tropis yang menyebabkan orang mudah berkeringat
  • Harus mengingat waktu memasang dan melepasnya setiap minggu
  • Bagian kulit yang ditempeli patch dapat menjadi gatal dan kemerahan
  • Pada beberapa orang dapat menyebabkan kenaikan berat badan, sakit kepala, dan perubahan mood
  • Dapat menyebabkan gangguan pada menstruasi
  • Meski sangat jarang terjadi, tapi pada beberapa orang dapat menyebabkan penggumpalan darah, serangan jantung, dan stroke
  • Tidak memberikan perlindungan terhadap risiko terinfeksi AIDS maupun infeksi menular seksual (IMS) lainnya

Sumber:
Your Life. Contraceptive Patch. Tersedia di https://www.your-life.com/en/contraception-methods/short-acting-contraception/contraceptive-patch/. Terakhir diakses: Agustus 2018.