DIAFRAGMA

Bentuknya

Seperti topi kecil yang terbuat dari lateks atau silikon, sehingga sangat lentur dan mudah dimasukkan ke dalam vagina1.

Cara kerja

Diafragma yang diletakkan di dalam vagina akan mencegah sperma memasuki rahim1.

Cara pakai

Diafragma dimasukkan ke dalam vagina untuk menutupi mulut rahim agar tidak dapat ditembus oleh sperma. Kamu dapat memasangnya tepat saat hendak berhubungan intim atau beberapa jam sebelumnya. Biarkan diafragma di dalam vagina minimal 6 jam dan maksimal 24 jam setelah kamu berhubungan intim. Untuk meningkatkan efektivitas penggunaan diafragma, kamu dianjurkan untuk mengisi atau mengolesi lingkaran diafragma dengan spermisida1.

 

Kelebihan

  • Dapat digunakan kapan saja sesuai kebutuhanmu
  • Mudah disimpan dan dibawa
  • Tidak terpengaruh oleh penggunaan obat lain
  • Dapat digunakan oleh ibu menyusui
  • Tidak mengandung hormon

Kekurangan

  • Bila belum terbiasa, perlu waktu untuk dapat memakainya dengan benar2
  • Perlu mengingat waktu pemakaiannya dan kapan harus melepasnya
  • Tidak selalu cocok digunakan oleh perempuan yang pernah melahirkan
  • Perlu dilengkapi dengan spermisida untuk meningkatkan efektivitasnya dalam mencegah kehamilan
  • Tidak cocok bagi yang ingin berhubungan intim secara spontan
  • Pada awalnya, diperlukan bantuan ahli (dokter kandungan) untuk menentukan ukuran yang pas bagi kamu
  • Dapat menyebabkan iritasi, reaksi alergi, dan infeksi saluran kencing
  • Jika kamu lupa dan membiarkannya berada di dalam vagina selama lebih dari 24 jam, kamu berisiko mengalami toxic shock syndrome
  • Tidak memberikan perlindungan terhadap risiko terinfeksi AIDS maupun infeksi menular seksual (IMS) lainnya


Sumber:
1. Your Life. Diaphragm. Tersedia di https://www.your-life.com/en/contraception-methods/short-acting-contraception/diaphragm/. Terakhir diakses: Agustus 2018.

2. https://www.nhs.uk/conditions/contraception/contraceptive-diaphragm-or-cap/