KONDOM

Bentuknya

Kondom yang lebih populer adalah yang dipakai oleh pria. Bentuknya seperti kantong panjang berukuran kecil dan lentur yang umumnya terbuat dari lateks. Pada bagian ujungnya terdapat kantung untuk menampung sperma dan mencegahnya memasuki vagina. Saat ini kondom tersedia dalam beragam ukuran dan bentuk. Selain itu, tersedia juga kondom yang terbuat dari polyurethane untuk mereka yang alergi terhadap lateks.

Cara kerja

Kantung kecil di ujung kondom akan menampung sperma dan mencegahnya masuk ke dalam vagina. Untuk mencegah terjadinya kehamilan, kondom harus dipakai oleh pasangan setiap kali kamu berhubungan intim.

Cara pakai

Pasang kondom pada penis yang sudah ereksi penuh agar posisinya sempurna dan tidak terjadi kebocoran sperma. Setelah ejakulasi, lepaskan dan buang kondom. Gunakan kondom baru setiap kali kamu hendak berhubungan intim.

Kelebihan

  • Dapat digunakan kapan saja sesuai kebutuhanmu
  • Mudah disimpan dan dibawa
  • Tidak terpengaruh oleh penggunaan obat lain
  • Dapat digunakan oleh pria bila pasangannya sedang menyusui
  • Tidak mengandung hormon
  • Mudah digunakan
  • Perlindungan terbaik dari penularan HIV/AIDS dan infeksi menular seksual (IMS) lainnya

Kekurangan

  • Dapat mempengaruhi kenyamanan berhubungan intim
  • Bila pemakaiannya tidak tepat, kondom dapat sobek dan menimbulkan kemungkinan terjadinya kehamilan
  • Tidak bisa digunakan oleh orang yang alergi terhadap lateks
  • Dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi

 

Sumber:
Your Life. Male Condom. Tersedia di https://www.your-life.com/en/contraception-methods/short-acting-contraception/male-condom/. Terakhir diakses: Agustus 2018.