Hal Penting Yang Kamu Harus Tahu Sebelum Menggunakan Pil KB

Memiliki anak merupakan salah satu impian sebagian besar pasangan ketika memulai sebuah rumah tangga. Pada umumnya mereka akan merencanakan berapa jumlah anak yang diinginkan, kapan waktu yang tepat untuk memiliki anak dan berapa jarak umur anak yang satu dengan lainnya. Hal ini perlu dibicarakan oleh pasangan karena dengan memiliki anak berarti ada suatu tanggung jawab yang diemban untuk mengurus, membesarkan dan mendidik buah hati. Atas alasan ini sebagian besar pasangan merasa perlu adanya suatu cara untuk menunda atau menjeda kehamilan, yang disebut sebagai metode kontrasepsi.

Umumnya pasangan akan berkonsultasi dengan para ahli untuk memutuskan metode yang tepat. Terdapat berbagai macam metode kontrasepsi, seperti penggunaan kondom, pil KB, KB suntik, implan, penggunaan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) atau IUD bahkan hingga sterilisasi.

Pil KB merupakan salah satu metode populer dikalangan masyarakat serta memiliki efektivitas yang tinggi, selain itu Pil KB merupakan metode yang paling sederhana mengingat cara penggunaan yang mudah. Pil KB tidak mengganggu aktivitas berhubungan seksual, serta dapat membuat siklus haid teratur, dan dapat mengurangi rasa kram perut pada saat menstruasi. Namun demikian, perempuan yang mengonsumsi pil KB perlu memiliki motivasi yang kuat karena pil tersebut harus diminum secara teratur dan pada beberapa perempuan dapat mengalami dampak negatif seperti mual, sakit kepala, dan muntah.2

Sayangnya tidak semua perempuan dapat menggunakan pil KB. Penggunaan pil KB sebaiknya didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter serta dilakukan pengecekan keadaan medis perempuan tersebut sebelum mulai mengonsumsi pil KB.

 

Siapa saja yang bisa menggunakan Pil KB?

Pil KB harus digunakan pada perempuan yang tidak sedang dalam keadaan hamil dan tidak sedang mengalami perdarahan diluar siklus haid. Pada umumnya Pil KB aman digunakan bagi semua perempuan. Namun, terdapat beberapa kondisi dimana Pil KB tidak direkomendasikan, seperti perempuan perokok yang berusia di atas 35 tahun dan perempuan yang memiliki berat badan berlebih (obesitas). Selain kondisi tersebut, terdapat beberapa kondisi lainnya dimana perempuan tidak direkomendasikan untuk menggunakan Pil KB, seperti :

  1. Perempuan dengan riwayat penyakit jantung dan pembuluh darah.
  2. Perempuan dengan riwayat penyakit diabetes mellitus dan tekanan darah tinggi.
  3. Perempuan dengan riwayat tumor payudara atau keluarga yang memiliki riwayat tumor payudara.

 

Apakah penggunaan obat lain mengurangi efektifitas Pil KB?

Interaksi obat tertentu seperti obat rifampisin (antibiotik yang digunakan pada penyakit tuberkulosis) dan griseofulvin (obat antijamur) dapat menurunkan konsentrasi estrogen sintetik dalam tubuh. Hal ini dapat mengakibatkan menurunnya efektivitas dari Pil KB.8

Selain hal-hal tersebut, Pil KB memiliki manfaat tambahan bagi kesehatan dan penampilan selain untuk mencegah kehamilan, diantaranya :

  • Menyeimbangkan fluktuasi hormon saat sedang haid
  • Mengurangi nyeri dan kram saat haid
  • Pil KB kombinasi tertentu dapat mengurangi jerawat
  • Menurunkan risiko kanker rahim dan kista ovarium

 

Nah, itulah beberapa kondisi yang sebaiknya diperhatikan sebelum mengonsumsi Pil KB. Namun, sebelum mulai menggunakan pil KB, kamu harus konsultasikan terlebih dahulu dengan bidan atau dokter kepercayaanmu, ya.

 

Penulis : dr. Jesica Chintia Dewi
Reviewer : dr. Bunga Diela

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Mujiati, I. and Budijanto, D. (2013). Situasi Keluarga Berencana di Indonesia. Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan, [online] (ISSN 2088-270X).
    Available at: http://www.depkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/buletin/buletin- kespro.pdf. [Accessed 19 Jun. 2019].
  2. Angsar, I., Saroyo, Y. and Situmorang, H. (2019). [online] Searo.who.int. Available at:http://www.searo.who.int/indonesia/topics/selected_practice_recommendations_for_co ntr aceptive_use.pdf [Accessed 19 Jun. 2019].
  3. Affandi, B. and Albar, E. (2018). Buku Ajar Ilmu Kandungan. 3rd ed. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, p.445.
  4. Dinger J, Bardenheuer K, Heinemann K. Cardiovascular and general safety of a 24-day regimen of Drospirenon-containing combined oral contraceptives: final results from the International Active Surveillance Study of Women Taking Oral Contraceptives. Contraception 2014;89:253-63
  5. lu-Bureau G, Hugon-Rodin J, Maitrot-Mantelet L, Canonico M. Hormonal contraceptives and arterial disease: an epidemiological update. Best Pract Res Clin Endocrinol Metab 2013;27:35-45
  6. Cromwell, P. and Daley, A. (2014). Oral Contraceptive Pills : Considerations for the Adolescent Patient. Journal of Pediatric Health Care. [online] Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11005885 [Accessed 20 Jun. 2019].
  7. Robinson, J. and Burke, A. (2014). Obesity and Hormonal Contraceptive Efficacy.Womens Health. [online] Available at :https://www.ncbi..nlm.nih.gov/pmc/article/PMC4079263 [Accessed 20 Jun. 2019].
  8. Drug interactions with hormonal contraception. (2018). [London]: Faculty of Sexual & Reproductive Health Care

 

PP-NOV-ID-0037-1