Manfaat Kontrasepsi untuk Kesehatan Perempuan

Berdasarkan survei BKKBN, 89% perempuan usia 30-49 tahun menyatakan alasan untuk tidak menggunakan KB dengan alasan menopause dan histerektomi. Sementara perempuan yang berusia 16-29 tahun yang tidak menggunakan kontrasepsi sebanyak 11% karena alasan larangan agama, menyusui dan tidak mengerti cara penggunaan kontrasepsi dan kontrasepsi apa yang harus dipilih. Alasan tidak menggunakan kontrasepsi karena tidak mengerti menggunakan kontrasepsi antara lain: takut akan efek samping kontrasepsi, masalah kesehatan yang sedang diderita, tidak nyaman dan perubahan berat badan serta bentuk badan.

Hal-hal diatas terjadi karena kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai kontrasepsi.1,2

Kontrasepsi memiliki banyak manfaat lain bagi perempuan, disamping manfaat utama untuk mengatur kehamilan. Komunikasi yang baik dengan kaum perempuan dan informasi mengenai kontrasepsi perlu ditingkatkan sehingga mereka memiliki pengetahuan terkait penggunaan metode kontrasepsi. Berikut adalah manfaat penggunaan alat kontrasepsi bagi perempuan:

 

Mencegah kehamilan berisiko pada perempuan

KB bertujuan untuk merencanakan kehamilan, kapan waktu yang tepat bagi seorang perempuan untuk menentukan rencana kehamilan, dengan salah satu tujuannya adalah menjaga kesehatan. Misalnya, kehamilan akan berisiko pada usia ibu terlalu muda maupun terlalu tua

serta jarak kehamilan yang terlalu dekat sehingga mencegah ibu mengalami penyulit selama kehamilan dan proses melahirkan seperti hipertensi (darah tinggi) pada kehamilan, preeklampsia, eklampsia (tekanan darah tinggi dan terjadi kejang saat kehamilan), serta risiko terjadinya kelahiran prematur yang dapat meningkatkan masalah kesehatan dan kematian pada ibu saat melahirkan. Menurut sejumlah penelitian, perempuan yang melahirkan lebih dari 4 orang anak akan meningkatkan risiko kematian pada ibu saat melahirkan.3

Mencegah penularan HIV/AIDS serta penyakit menular seksual

Metode kontrasepsi juga memiliki manfaat dalam mengurangi kehamilan dari seorang ibu penderita HIV/AIDS yang akan berisiko menginfeksi bayinya. Dalam hal ini, alat kontrasepsi seperti kondom akan sangat berpengaruh dalam mencegah HIV/AIDS serta penyakit seksual menular lainnya.4,5

 

Mencegah kematian pada bayi baru lahir

Kontrasepsi dapat mengatur usia ibu saat hamil, agar ibu tidak terlalu tua atau terlalu muda saat hamil dan mengatur jarak kelahiran sehingga dapat mencegah risiko kesehatan bagi bayi yang dikandungnya seperti risiko prematur, berat badan lahir rendah, gangguan tumbuh kembang serta terjadinya retardasi mental. 4,5

 

Meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mengoptimalkan pendidikan anak

KB secara tidak langsung dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan turut menjaga kesehatan seksual dan reproduksi dengan memberikan kesempatan bagi perempuan untuk kembali bekerja, membantu perempuan fokus untuk memberikan ASI eksklusif bagi anaknya (dengan menunda kehamilan berikutnya) dan membantu kedua orang tua fokus mempersiapkan pendidikan sang buah hati. 3,4

 

Mencegah kehamilan di usia remaja

Ibu yang melahirkan di usia remaja memiliki risiko melahirkan bayi secara prematur atau melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah sehingga meningkatkan angka kematian pada bayi baru lahir. Selain itu, hamil di usia remaja juga dapat mempengaruhi mental ibu secara personal, keluarga maupun kehidupan bersosial di masyarakat.3

 

Menekan laju pertumbuhan populasi penduduk

KB menjadi kunci menekan laju pertumbuhan penduduk yang dapat mempengaruhi pertumbuhan buruk bagi ekonomi, baik individu maupun negara. 4

Selain manfaat di atas, salah  satu  jenis  pil  KB  dengan  kandungan  Drospirenon  dan Etinilestradiol memiliki manfaat yang sangat banyak antara lain mengurangi gejala pre-menstruasi yang berat seperti nyeri atau kram saat haid, haid  menjadi  teratur, mengurangi risiko kanker dan kista ovarium, menurunkan risiko kanker  endometrium,  kolon, dan rektal.  Manfaat  tambahan  lain  yang  dapat  diperoleh  ialah  efek  antiandrogenik   dan antiminerokortikoid yang akan mengurangi produksi kelenjar minyak   di wajah dan jerawat sedang, serta menjaga berat badan tetap stabil.

Nah, itulah beberapa manfaat dari kontrasepsi. Namun, sebelum mulai menggunakannya, kamu harus konsultasikan terlebih dahulu dengan bidan atau dokter kepercayaanmu, ya.

 

Penulis : dr. Andre Christian Cundawan
Reviewer : dr. Bunga Diela 

 

Daftar Pustaka

 

  1. Situasi keluarga berencana di Indonesia. Jakarta: Kementrian kesehatan RI, kesehatan reproduksi; 2014.
  2. Family Planning in South-East Asia [Internet]. South-East Asia Regional Office. 2019 [cited 20 June 2019]. Available from:http://www.searo.who.int/entity/maternal_reproductive_health/documents/family- planning/en/
  3. Keberhasilan Program KB Indonesia Masih Menjadi Acuan Dunia. [Internet]. 2017 [cited 20 June 2019]. Available from:https://www.bkkbn.go.id/detailpost/keberhasilan-program-kb-indonesia-masih- menjadi- acuan-dunia
  4. Family planning/Contraception [Internet]. Who.int. 2018 [cited 20 June 2019]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/family-planning- contraception
  5. The economic benefits of family planning [Internet]. World Economic Forum. 2019 [cited 21 June 2019]. Available from: https://www.weforum.org/agenda/2018/07/the- economic-benefits-of-family-planning/

 

PP-NOV-ID-0037-1