Patch

Patch

Metode

Patch yang melekat pada kulit tubuh, berisikan hormon estrogen dan progestin yang dilepaskan secara sedikit demi sedikit seiring waktu melalui kulit.

Cara Kerja

Biasanya ditempelkan pada bagian perut, bokong, ataupun tubuh bagian atas tapi jauh dari payudara dan diganti sekali seminggu selama 3 minggu. Pada patch tidak digunakan pada minggu keempat. Patch mencegah terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) dan mengentalkan lendir rahim sehingga sperma susah masuk.

Kelebihan

Patch tidak perlu dikonsumsi setiap hari, dan merupakan alternatif kontrasepsi hormonal dari pil KB.

Kekurangan

Saat ini bentuknya tidak transparan. Beberapa wanita biasanya mengalami efek samping yang hilang setelah 12 minggu. Efek samping diantaranya adalah spotting, iritasi kulit, sakit kepala dan nyeri payudara.