Memilih IUD sebagai Metoda KB

Memilih Intra Urine Device (IUD) sebagai Metode KB?

Apa yang Anda harapkan dari kontrasepsi. Apakah untuk mencegah kehamilan, atau Anda ingin melindungi diri dan pasangan dari penularan infeksi menular seksual /sexually transmitted infection (STI)? Sama halnya dengan memilih metode KB secara umum, pastikan Anda berkonsultasi dulu dengan dokter dan bidan Anda sebelum Anda memutuskan menggunakan IUD sebagai cara ber-KB.

Namun bila Anda cocok dengan salah satu atau lebih kriteria di bawah ini, mungkin kontrasepsi IUD pas untuk Anda.

Mengenal IUD

IUD, atau yang biasa dikenal dengan copper IUD (IUD tembaga), merupakan salah satu metode kontrasepsi yang paling efektif. IUD merupakan alat berukuran kecil dengan panjang 3 cm, ditempatkan di dalam rahim oleh tenaga kesehatan terlatih. Dibuat dari plastik, berbentuk huruf-T, dan kawat tembaga (copper) yang biasanya ditempatkan pada batang vertikal dari bentuk-T tersebut.

Cara Kerja IUD

IUD mempengaruhi tahap awal reproduksi dengan mencegah fertilisasi. Elemen tembaga dari IUD bersifat toksik bagi telur dan sperma. IUD secara fi sik menghambat sperma sehingga tidak dapat mencapai telur. Selain itu, IUD memiliki efek melapisi rahim sehingga sulit bagi telur untuk berimplantasi. IUD efektif hingga 5–10 tahun.

Pemasangan IUD

Setelah berkonsultasi dengan dokter atau bidan, beberapa pemeriksaan harus dijalani sebelum pemasangan IUD, antara lain: pemeriksaan darah, pemeriksaan payudara, pap smear, dan pemeriksaan panggul, untuk mengetahui posisi dan ukuran uterus. Setelah membersihkan serviks dan vagina, dokter atau bidan akan memasukkan tabung plastik yang berisi IUD ke dalam uterus. Tabung plastik dilepas, IUD dipasang pada posisi yang tepat. IUD memiliki benang untuk memastikan IUD berada pada tempatnya. Pemeriksaan benang tersebut dapat dilakukan sendiri, setidaknya satu kali dalam sebulan.

IUD dapat dipasang pada saat menstruasi terjadi. IUD sebaiknya dipasang setidaknya dalam waktu satu minggu dari masa pendarahan menstruasi untuk meminimalisasi risiko kehamilan yang tidak terdeteksi. IUD juga dapat dipasang segera setelah aborsi, bila tidak ada infeksi genital.

Pemasangan IUD setelah melahirkan, sebaiknya dilakukan 6 minggu setelah melahirkan. IUD juga dapat digunakan dalam waktu 5 hari setelah melakukan hubungan seks tanpa pengaman (kontrasepsi), sebagai kontrasepsi darurat.

Efektifi tas IUD

IUD memberikan perlindungan kontrasepsi hingga 5–10 tahun. Angka kehamilan yang terjadi sangat rendah, antara 6–8 per 1000 perempuan hamil tanpa rencana pada tahun pertama penggunaan IUD.

Efek Samping

Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah perubahan pada menstruasi. Lamanya terjadi pendarahan/spotting dapat menjadi lebih panjang selama beberapa bulan awal penggunaan, dan pendarahan dapat menjadi lebih banyak. Penyebab utama melepas IUD adalah pendarahan dan nyeri vagina yang hebat. Efek samping lain yang dilaporkan antara lain: nyeri perut tidak lama setelah pemasangan IUD, reaksi alergi pada kulit, dan anemia karena pendarahan yang hebat.

Karena efek samping tersebut, banyak dokter yang menyarankan pemasangan IUD sebaiknya untuk perempuan yang telah memiliki anak.

 

Referensi:

Referensi: