Perimenopause

Apakah perimenopause itu?

Perimenopause atau masa transisi menopause, merupakan masa yang dialami oleh perempuan sebelum masa menopause tiba. Perimenopause berlangsung hingga menopause, saat ovarium berhenti melepaskan telur. Perimenopause umumnya terjadi pada perempuan berusia 40 tahunan, namun dapat dimulai pada usia 30-an atau bahkan lebih muda. Pada usia ini, ketidakteraturan menstruasi jarang dianggap sebagai gejala menopause, sehingga pengujian kadar hormon juga bisa bermanfaat untuk mengetahui apakah menopause telah terjadi. Selama masa transisi kadar estrogen secara berkala turun, namun kadang dapat lebih tinggi daripada sepanjang masa subur.

Apakah perimenopause

Selama masa perimenopause, seorang wanita dapat hamil, walaupun fertilitasnya sudah berkurang. Bila kehamilan tidak diinginkan, maka kontrasepsi perlu digunakan hingga masa menopause tiba.

Melewati Perimenopause

Kadangkala peningkatan kadar folikel/Follicle Stimulating Hormone (FSH) digunakan untuk mengkonfirmasi menopause. FSH merupakan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari dan memicu ovarium untuk mensekresi estrogen. Karena produksi estrogen oleh ovarium menurun selama menopause, kelenjar pituitari melepaskan lebih banyak FSH untuk menstimulasi produksi estrogen. Jadi bila kadar FSH seorang wanita terus meningkat, namun wanita tersebut tidak mengalami menstruasi, dapat dikatakan bahwa wanita tersebut telah mencapai masa menopause.


Walaupun demikian, kadar FSH saja tidak dapat dijadikan sebagai dasar acuan pada masa perimenopause karena produksi estrogen tidak tetap pada kadar yang sama setiap harinya. Perhatikan siklus menstruasi Anda, lakukan tes bila perlu, dan minta pendapat tenaga kesehatan profesional jika Anda merasa kuatir atau terganggu akan gejala menopause. Rengkuh dan nikmati hidup Anda.

Pengobatan untuk mengurangi gejala perimenopause

Banyak perempuan yang berhenti mengalami rasa panas setelah menggunakan pil KB dosis rendah selama jangka waktu yang pendek. Pilihan lainnya antara lain: koyo KB, cincin vagina, dan KB suntik progesteron. Namun bagi perempuan yang tidak disarankan menggunakan kontrasepsi hormonal, segera berkonsultasi dengan dokter untuk memilih metode KB yang paling tepat.


Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa pemberian terapi hormon pada masa perimenopause bermanfaat untuk mengatasi gejala dan mengurangi gangguan tertentu, seperti osteoporosis, atau patah tulang yang dialami oleh wanita setelah masa menopause; atau keduanya.

Setiap perempuan memiliki reaksi yang berbeda terhadap kondisi perimenopause. Karena itu tidak mungkin menentukan pilihan terapi yang terbaik bagi Anda. Silakan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan saran terbaik.

 

Referensi:

Referensi: