Infeksi Seksual Menular

Infeksi Seksual Menular

Infeksi menular seksual (IMS) atau sexually transmitted infection (STI) adalah infeksi yang umumnya ditularkan melalui hubungan seks tidak aman. Penyebaran bisa melalui darah, sperma, cairan vagina, atau pun cairan tubuh lainnya. Beberapa STI dapat ditularkan dari ibu ke anak selama kehamilan dan kelahiran, serta melalui produk darah atau transfer jaringan. Beberapa STI tidak menunjukkan gejala yang signifikan sehingga sulit untuk terdeteksi sedini mungkin.


Pada perempuan hamil, STI dapat mengakibatkan:

  • Aborsi spontan
  • Berat badan rendah saat lahir
  • Kelahiran prematur
  • Kerusakan saraf permanen pada bayi baru lahir

Terdapat lebih dari 20 jenis STI yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan parasit. Menurut data World Health Organization (WHO), setiap tahunnya di seluruh dunia ditemukan 448 juta kasus (STI) yang dapat disembuhkan, seperti sifilis, gonorea, klamidia, dan trikomoniasis, pada orang dewasa dengan rentang usia 15 hingga 49 tahun.

Infeksi dan Cara Penularan

Berikut ini adalah STI yang umum terjadi yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan parasit.

Berikut ini merupakan 7 cara untuk mencegah penularan STI:

  1. Menggunakan kondom secara benar dan konsisten. Kondom tidak memberikan jaminan 100%, tapi mengurangi risiko infeksi STI.
  2. Cuci bersih area genital dengan air dan sabun setelah melakukan hubungan seks untuk membersihkan dari parasit.
  3. Berkemih setelah berhubungan seks untuk membersihkan dari kuman yang ada di saluran kemih.
  4. Tidak melakukan seks saat menstruasi, karena wanita dengan HIV lebih mudah menularkan dan wanita yang tidak terinfeksi HIV lebih mudah tertular STI.
  5. Tidak mencuci vagina karena dapat menghilangkan bakteri protektif normal di vagina dan meningkatkan risiko tertular STI.
  6. Tidak melakukan seks anal. Rektum dan anus merupakan tempat tinggal kuman; kuman tersebut menyebabkan STI pada pria dan wanita. Mulut, genital wanita, tidak boleh terpapar pada bagian tubuh apapun yang melakukan kontak dengan rektum dan anus.
  7. Bagi individu yang memiliki risiko tinggi untuk terinfeksi STI (aktif secara seksual atau memiliki pasangan seks lebih dari 1 orang), dianjurkan melakukan pemeriksaan berkala. Bila tidak melakukan aktifitas seksual dengan cara apapun, risiko untuk terinfeksi STI sangat rendah.

 

Referensi:

Referensi: