Bagaimana Siklus Menstruasi Anda?

Setiap perempuan yang beranjak dewasa akan mengalami menstruasi atau haid, yakni perdarahan secara periodik dan berulang dari rahim (uterus). Perdarahan tersebut disertai dengan pelepasan lapisan dinding rahim, yang disebut endometrium. Masa siklus menstruasi yang normal adalah 21-35 hari, namun siklus ini bisa bervariasi pada setiap perempuan. Hari pertama siklus menstruasi bisa menjadi penanda untuk mengetahui periode menstruasi bulan berikutnya.


Proses terjadinya menstruasi melibatkan beberapa organ tubuh dan sangat dipengaruhi hormon. Hipotalamus dan kelenjar pituitari yang terletak di otak, mensekresi hormon yang akan mempengaruhi ovarium.

  • Hipotalamus terletak pada dasar otak. Selama siklus menstruasi, sel saraf di hipotalamus mensekresi hormon pelepas gonadotropin (GnRH) ke dalam darah. GnRH dari hipotalamus merangsang pituitari anterior untuk menghasilkan hormon.
  • Kelenjar pituitari terletak langsung di bawah hipotalamus pada dasar otak, dan terbagi menjadi 2 daerah. Pituitari posterior merupakan perpanjangan langsung dari hipotalamus, dan karenanya tersusun dari sel-sel neuron (saraf). Pituitari anterior tidak mengandung sel-sel neuron. Saat dirangsang oleh GnRH dari hipotalamus, kelenjar pituitari anterior melepaskan dua macam hormon gonadotropin, yaitu hormon penstimulasi folikel (FSH) dan hormon Luteinizing (LH) ke aliran darah. Pengantar pesan kimiawi ini menstimulasi produksi dan pelepasan hormon seks oleh ovarium
  • Ovarium (indung telur). Gonadotropin yang diproduksi oleh kelenjar pituitari merangsang folikel ovarium untuk menghasilkan hormon seks: estrogen, progesteron, androgen. Hormon seks merangsang pelepasan gonadotropin. Selain itu, hormon seks bertanggung jawab untuk perubahan fisiologi yang terjadi selama siklus mentruasi.