Sindrom Pramenstruasi

Anda Mengalami Sindrom Pramenstruasi (PMS)

Sindroma pramenstruasi atau yang lebih dikenal sebagai premenstrual syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik dan psikologis yang tidak menyenangkan, dan terjadi pada satu atau dua minggu sebelum menstruasi. Kondisi ini bukanlah sebuah penyakit, seperti depresi, namun berkaitan dengan perubahan hormon dan akan hilang saat menstruasi. Sebanyak 5% dari perempuan yang mengalami PMS, menderita gejala sangat parah sehingga mengganggu aktifitas, yang disebut sebagai premenstrual dysphoric disorder (PMDD).

TentangPerempuan

Karena dipengarui hormon, maka PMS pada setiap perempuan sangat bervariasi. Tidak ada pengobatan untuk mengatasi PMS yang cocok bagi semua orang. Namun, obat penghilang nyeri yang dijual bebas, seperti ibuprofen, asam asetilsalisilat, dan naproxen dapat membantu menghilangkan kram, sakit kepala, nyeri punggung, dan nyeri pada payudara. Selain itu, berolahraga, tidur cukup, membatasi konsumsi kafein dan alkohol, serta mengurangi stres juga dapat membantu mengurangi gejala PMS. Untuk terapi farmakologis, obat-obatan seperti Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI), pil KB kombinasi dosis rendah, terapi hormonal lain, dan diuretik dapat mengatasi gejala PMS.

 

Referensi:

  • Anon., 2012. Premenstrual Syndrome. [Online]
  • Available at: http://www.nlm.gov/medlineplus/premenstrualsyndrome.html [Accessed 4 June 2012].
  • Kwan, I. O. J. L., 2009. Premenstrual Syndrome. Clin Evid, p. 086.
Referensi: