Metode Kontrasepsi Jangka Pendek: Mana yang Paling Cocok?

Private
Public

Metode Kontrasepsi Jangka Pendek: Mana yang Paling Cocok?

Apa saja metode kontrasepsi jangka? Mana yang paling cocok digunakan? Pilih Pil KB Kombinasi Modern 24/4 dengan tambahan manfaat untuk kesehatan Mums!

kontrasepsi-jangka-pendek

  • PP-YSM-ID-0305-1
Metode Kontrasepsi Jangka Pendek: Mana yang Paling Cocok?
Metode Kontrasepsi Jangka Pendek

Metode Kontrasepsi Jangka Pendek: Mana yang Paling Cocok?

Kontrasepsi jangka pendek merupakan metode kontrasepsi yang tergolong sangat efektif dalam hal mencegah Mums dari kehamilan yang tidak direncanakan. Metode ini biasanya digunakan dalam jangka waktu singkat, dengan frekuensi harian hingga mingguan. Pilihan yang fleksibel ini cocok bagi Mums yang ingin menjaga kendali atas kesuburan mereka tanpa komitmen jangka panjang.  

Metode KB jangka pendek terkenal karena sifatnya yang reversibel[1]. Artinya, efek kontrasepsi akan hilang segera setelah Mums berhenti menggunakannya.  Mums tak perlu khawatir  tentang penurunan kesuburan setelah berhenti menggunakan metode ini, karena kemungkinan untuk hamil akan kembali seperti sebelum menggunakan kontrasepsi. 

Supaya lebih memahami metode KB jangka pendek, Mums bisa mencari informasi mengenai jenis yang tersedia di bawah ini. Tentunya informasi tersebut akan memudahkan Mums memilih kontrasepsi yang paling sesuai dengan kebutuhan.  

Mengenal Metode Kontrasepsi Jangka Pendek  

 

Metode kontrasepsi jangka pendek merupakan suatu cara yang dilakukan untuk mencegah terjadinya pertemuan antara sperma dengan sel telur ketika berhubungan seksual. Hal ini selaras dengan tujuannya kontrasepsi itu sendiri, yakni sebagai alat pencegah kehamilan.  

Pada dasarnya, kontrasepsi bisa digunakan oleh perempuan dan pria yang aktif secara seksual serta memiliki keinginan untuk menunda momongan atau mengatur jarak kelahiran dengan anak sebelumnya.  

Pada metode KB jangka pendek, Mums bisa memilih beberapa jenis yang tersedia, di antaranya:  

 

Pil Khusus Progestin  

Pil ini, yang sering disebut mini pill [2] atau POP (Progestin Only Pill), mengandung hormon sintetis yang mirip dengan hormon alami pada ovarium perempuan. Progestin bekerja dengan mengentalkan lendir yang ada di leher rahim, sehingga menghalangi sperma mencapai sel telur. Pil ini tersedia dalam dua jenis, yakni pil progestin 3 jam dan pil progestin 12 jam.  

Kelebihan  

  • Efektivitas 99% dalam mencegah kehamilan. 

  • Mudah ditemukan di pasaran. 

  • Penggunaannya sederhana, cukup dikonsumsi setiap hari. 

  • Tidak mengganggu hubungan seksual. 

  • Dapat digunakan di usia berapa pun. 

Kekurangan  

  • Lupa mengonsumsi pil dapat menyebabkan kehamilan 

  • Efektivitas menurun jika terjadi muntah dan diare. 

  • Dapat menyebabkan bercak saat menstruasi.  

  • Pada beberapa wanita konsumsi pil progestin menyebabkan menstruasi tidak lancar ataupun terhenti. 

  • Bisa menyebabkan perubahan suasana hati. 

  • Tidak melindungi dari penyakit menular seksual. 

Pil KB Kombinasi  

Pil KB kombinasi mengandung dua jenis hormon, yakni estrogen dan progesteron[3], yang bekerja dengan mencegah ovulasi dan menebalkan lendir serviks. Umumnya, cara mengonsumsi pil KB kombinasi dilakukan dengan rutin meminumnya setiap hari selama 21 hari. Setelahnya, Mums bisa beristirahat atau jeda pil selama 7 hari sebelum kembali mengonsumsi pil KB 21 hari. 

Pil kombinasi tergolong populer di kalangan perempuan karena memiliki tingkat keberhasilan tinggi dalam mencegah terjadinya kehamilan. Penggunaan pil kombinasi juga memberikan manfaat lain yang baik bagi kesehatan Mums.  

Kelebihan  

  • Melindungi Mums dari risiko kehamilan hingga 99%.  

  • Memberikan manfaat tambahan seperti mengurangi nyeri menstruasi dan gejala PMS. 

  • Mengurangi risiko kista ovarium, kanker payudara, dan fibroid. 

  • Tidak mengganggu kenikmatan hubungan seksual. 

Kekurangan  

  • Lupa mengonsumsi pil meningkatkan risiko. 

  • Efektivitas menurun jika mengalami muntah atau diare. 

  • Berisiko meningkatkan tekanan darah. 

  • Dapat menyebabkan efek samping seperti bercak darah, mual, dan perubahan suasana hati. 

  • Tidak melindungi Mums dari risiko penyakit menular seksual. 

Patch Kontrasepsi  

Patch kontrasepsi merupakan alat berbentuk plester yang ditempelkan pada kulit untuk melepaskan hormon yang mencegah kehamilan[4]. Patcini mengandung hormon buatan estrogen dan progestin yang akan dilepas melalui kulit untuk mengontrol kesuburan sehingga dapat mencegah kehamilan.[5]  

Patch kontrasepsi dapat dipasang di bagian tubuh mana pun selama kulit Mums bersih, kering, dan tidak begitu berbulu. Pemasangan patch kontrasepsi dilakukan setiap 7 hari selama 3 minggu kemudian berhenti selama 7 hari sebelum kembali menggunakannya. Patch kontrasepsi bekerja dengan cara menghentikan pelepasan telur, menipiskan lapisan rahim, dan mengentalkan lendir serviks.  

Kelebihan  

  • Patch ini mudah digunakan, terutama bagi pemula dan hanya perlu diganti setiap minggu. 

  • Bisa digunakan oleh satu pasangan saja. 

  • Menawarkan perlindungan kehamilan yang efektif hingga 99%. 

  • Tetap menempel meski terkena air atau keringat. 

  • Membantu mengatasi masalah jerawat dan memperkuat tulang. 

Kekurangan  

  • Perlu resep dokter untuk mendapatkan patch. 

  • Tingkat estrogen tinggi dibandingkan metode kontrasepsi hormonal lainnya. 

  • Mums perlu menunggu hingga 2 bulan untuk mengembalikan kesuburan setelah penghentian patch kontrasepsi. 

  • Bisa menyebabkan iritasi pada kulit. 

  • Efek samping lain termasuk sakit kepala, mual, dan perubahan suasana hati.  

Itulah sekilas penjelasan mengenai jenis kontrasepsi jangka pendek yang bisa Mums pertimbangkan. Dari berbagai metode kotrasepsi jangka pendek yang tersedia, penting bagi Mums untuk memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup. Pil KB Kombinasi Modern 21/7, misalnya, tidak hanya efektif mencegah kehamilan, tetapi juga membantu menjaga berat badan tetap stabil dan dapat membantu mengatasi masalah jerawat.   

Kini Mums bisa menjaga penampilan dengan Ber-KB Bebas Jerawat dan Berat Badan Tetap Stabil menggunakan Pil KB Kombinasi Modern 21/7! 

Baca juga: Cara Kerja Pil Kontrasepsi Oral dan Tips Agar Hasilnya Optimal

Bagikan

Referensi:  

  1. SHORT ACTING CONTRACEPTION (internet). https://www.your-life.com/en/contraception-methods/short-acting-contraception . Terakhir diakses 12 Desember 2023 

  2. Progestogen-only pill (mini pill or POP) (internet). https://umbrellahealth.co.uk/contraception/short-acting-methods/progestogen-only-pill-mini-pill-or-pop/ . Terakhir diakses 12 Desember 2023 

  3. Combined pill (internet). https://umbrellahealth.co.uk/contraception/short-acting-methods/combined-pill/ . Terakhir diakses 12 Desember 2023 

  4. Contraceptive patch (internet). https://umbrellahealth.co.uk/contraception/short-acting-methods/contraceptive-patch/. Terakhir diakses 12 Desember 2023 

  5. CONTRACEPTION Short-acting Methods (internet). https://www.sexualhealthsheffield.nhs.uk/info-and-advice/contraception/short-acting-methods/ . Terakhir diakses 12 Desember 2023

PP-YSM-ID-0305-1

Metode Kontrasepsi Jangka Pendek: Mana yang Paling Cocok?
Metode Kontrasepsi Jangka Pendek: Mana yang Paling Cocok?
Article categories

Efektivitas Kontrasepsi: Kondom, Pil Oral, Pil Darurat, KB Suntik, dan IUD

Private
Public

Efektivitas Kontrasepsi: Kondom, Pil Oral, Pil Darurat, KB Suntik, dan IUD

Bimbang memilih alat kontrasepsi untuk menunda kehamilan? Simak efektivitas kontrasepsi di sini dan pilih Pil KB Kombinasi Modern 24/4 untuk hasil optimal!

Slug: efektivitas-kontrasepsi

  • PP-YSM-ID-0329-1
Efektivitas Kontrasepsi: Kondom, Pil Oral, Pil Darurat, KB Suntik, dan IUD
Efektivitas Kontrasepsi: Kondom, Pil Oral, Pil Darurat, KB Suntik, dan IUD

Efektivitas Kontrasepsi: Kondom, Pil Oral, Pil Darurat, KB Suntik, dan IUD

Pada dasarnya, tingkat efektivitas kontrasepsi memang memiliki perbedaan antara jenis yang satu dengan lainnya. Namun, perbedaan ini tidak begitu signifikan. Hal ini tak lepas dari tujuan dari kontrasepsi itu sendiri, yakni untuk mencegah kehamilan.  

Sebelum Mums menentukan kontrasepsi yang akan digunakan, ada baiknya untuk memahami jenis dan perbandingannya lebih dulu. Nah, supaya lebih jelas, simak uraian singkat mengenai alasan Mums membutuhkan alat kontrasepsi beserta efektivitasnya. 

Mengapa Membutuhkan Kontrasepsi?  

 

Kontrasepsi dirancang untuk membantu perempuan terhindar dari kehamilan tidak diinginkan.  Menunda kehamilan tidak selalu buruk. Pasalnya, memiliki anak juga membutuhkan kesiapan mental dan finansial. Ketika Mums merasa belum siap menjadi seorang ibu, tak ada salahnya untuk menggunakan alat kontrasepsi.  

Penggunaan kontrasepsi juga dapat menurunkan risiko kesehatan buruk pada ibu dan anak, utamanya pada perempuan yang hamil di usia dini. Keberadaan alat kontrasepsi juga mendorong program pemerintah “Dua Anak Cukup” yang tidak hanya dapat mengendalikan populasi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup ibu dan anak.  

Penggunaan alat kontrasepsi memungkinkan Mums untuk menentukan jumlah anak yang diinginkan serta merancang dan mengatur jeda waktu kehamilan. Pengaturan jarak kehamilan ini dapat menjaga kesehatan ibu dan mengoptimalkan tumbuh kembang buah hati. 

Manakah Kontrasepsi Terbaik? Cek Perbandingan Efektivitas Kontrasepsi! 

 

Setelah mengetahui manfaat dari alat kontrasepsi, kini Mums perlu melakukan perbandingan untuk mendapatkan solusi KB terbaik. Perlu Mums ketahui, jenis alat kontrasepsi yang tersedia cukup banyak. Namun, yang paling umum adalah pil KB. 

Selain pil KB, terdapat pula alat kontrasepsi lain yang tak kalah bagus. Tentunya setiap alat kontrasepsi memiliki kelebihan dan kekurangan serta tingkat efektivitas yang berbeda. Sebagai pertimbangan, berikut perbandingan efektivitas kontrasepsi yang umum digunakan[1]. 

Kondom 

Kondom pria merupakan alat kontrasepsi berupa sarung karet yang lembut. Kondom digunakan untuk melapisi alat kelamin pria serta bertugas menghalangi sperma masuk ke vagina dan rahim. Penggunaan kondom dapat mengurangi risiko Penyakit Menular Seksual (PMS) dan mencegah kehamilan hingga 98%[2]. 

Kondom sendiri terdiri dari kondom eksternal dan internal. Kondom eksternal memiliki tingkat efektivitas sekitar 98jika digunakan secara sempurna. Namun, efektivitas akan berkurang menjadi 82% jika tidak disimpan dengan benar atau telah kedaluwarsa. 

Efektivitas kondom internal yang dipasang secara sempurna di dalam vagina mencapai 95%. Tingkat efektivitasnya akan berkurang hingga 79% jika tidak dipasang dengan benar, kedaluwarsa, atau rusak akibat tekanan dan gesekan. 

Pil Kontrasepsi Oral  

Pil oral telah dikenal sebagai metode kontrasepsi paling populer dan umum digunakan oleh wanita. Kontrasepsi oral terdiri dari pil progestin serta pil kombinasi yang terbuat dari hormon sintesis progestin dan estrogen. 

Kedua pil tersebut memiliki efektivitas mencapai 99.7% asalkan digunakan sesuai aturan dan Mums tidak melewatkannya sama sekali[3]. Efektivitas kontrasepsi oral akan menurun hingga 91% apabila[4]: 

  • Melewatkan konsumsi pil. 

  • Muntah setelah 2 jam konsumsi pil. 

  • Mums mengalami diare atau muntah selama lebih dari dua hari. 

  • Konsumsi obat-obatan yang mengandung antibiotik rifampisin, antijamur griseofulvin, obat HIV tertentu, dan obat anti kejang tertentu. 

  • Memiliki berat badan berlebih atau obesitas.  

Pil Darurat  

Apabila Mums berhubungan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi sama sekali atau melewatkan konsumsi pil oral, Mums bisa mengonsumsi pil darurat. Sesuai namanya, pil ini dapat membantu mencegah kehamilan. 

Pil darurat ini aman dikonsumsi, termasuk jika Mums kurang cocok dengan alat kontrasepsi hormonal, seperti kontrasepsi tempel dan pil kontrasepsi oral kombinasi. Penggunaan pil darurat sangat dianjurkan apabila Mums mengalami: 

  • Tidak menggunakan cincin vagina dengan benar. 

  • Terlambat mengonsumsi pil kontrasepsi oral. 

  • Terlambat memasang kontrasepsi implan atau melakukan kontrasepsi suntik.  

Pil darurat bisa Mums dapatkan di apotek tanpa perlu menggunakan resep dokter. Efektivitas pil darurat mencapai 95% apabila Mums mengonsumsinya dalam waktu 24 jasetelah berhubungan seksual tanpa kondom[5] 

Efektivitasnya menurun hingga 85% jika Mums baru mengonsumsinya setelah dua hari dan menjadi 58% setelah hari ketiga berhubungan seksual. Sangat dianjurkan untuk segera mengonsumsi pil KB darurat setelah berhubungan seksual untuk mencegah kehamilan tak diinginkan. 

Baca juga: Efek Samping Pil KB Pria
 

KB Suntik  

Kontrasepsi suntik termasuk populer dan banyak dipilih perempuan karena dianggap simpel. Suntik KB memungkinkan Mums untuk berhubungan seksual tanpa harus menggunakan kondom maupun mengonsumsi pil KB.  

Umumnya, KB suntik terdiri dari 1 bulan dan 3 bulan. Perbedaan keduanya tampak dari efek samping. Berbeda dengan suntik KB 3 bulan, suntik KB 1 bulan tidak memengaruhi siklus menstruasi. Biasanya suntik KB dilakukan di bagian lengan atas atau pantat.  

Suntikan kontrasepsi bekerja dengan melepaskan hormon progestin ke aliran darah untuk mencegah pelepasan sel telur (ovulasi) setiap bulan. Kandungan dalam kontrasepsi suntik juga dapat menipiskan lapisan rahim dan mengentalkan lendir serviks yang membuat sperma sulit bergerak ke leher rahim.  

Efektivitas KB suntik mencapai lebih dari 99% apabila Mums mematuhi jadwal yang ditetapkan[1]. Efektivitas KB suntik akan menurun hingga 94% jika Mums melewatkan jadwal. Agar tetap terlindungi, Mums harus melakukan suntik KB minimal setiap tiga bulan sekali. Meskipun demikian, perlu dipahami bahwa penggunaan KB suntik berisiko menyebabkan haid yang tidak teratur.  

Intrauterine Device (IUD)  

IUD merupakan alat kontrasepsi berukuran kecil berbentuk huruf T yang dipasang di dalam rahim. IUD bekerja dengan cara memengaruhi pergerakan dan kelangsungan hidup sperma di dalam rahim.  

IUD juga mengubah endometrium (lapisan rahim) sehingga mencegah perkembangan sel telur yang telah dibuahi. Bisa dibilang IUD adalah alat kontrasepsi jangka panjang yang sangat efektif di samping pil kontrasepsi oral. IUD sendiri terdiri dari dua jenis, yakni[2]: 

  • IUD Tembaga: mampu bertahan hingga lima tahun. Efektivitasnya mencapai 99.4%.  

  • IUD Hormonal (LNG-IUS): mampu bertahan selama lima tahun. Efektivitasnya mencapai 99.8%. 

Itulah sekilas informasi mengenai perbandingan efektivitas kontrasepsi yang bisa Mums jadikan sebagai pertimbangan. Apabila Mums lebih memilih pil KB. untuk menunda atau mencegah kehamilan, direkomendasikan untuk mengonsumsi Pil KB kombinasi modern 24/4.  

Selain memiliki efektivitas 99.7% dalam mencegah kehamilan, Pil KB Kombinasi mengandung hormon progestin dan estrogen, Pil KB kombinasi modern 24/4 dirancang untuk memberikan  kenyamanan bagi Mums yang khawatir lupa minum pil karena adanya jeda. Selain itu, pil ini juga memiliki manfaat tambahan dalam membantu mengatasi gangguan Pre-menstrual Dysphoric Disorder (PMDD). Berkat Pil KB kombinasi modern 24/4, Mums dapat Ber-KB nyaman dan Bebas PMDD! 

Mums mungkin akan suka: Begini Cara Kerja Kontrasepsi Metode Pil, Penyebab Kegagalan, dan Efek Samping

Bagikan

Referensi:  

  1. How Effective Is Each Birth Control Method? (internet). https://www.healthline.com/health/healthy-sex/how-effective-is-birth-control#barrier-methods . Terakhir diakses 10 Desember 2023 

  2. Your contraception choices (internet). https://www.thewomens.org.au/health-information/contraception/your-contraception-choices   .   Terakhir diakses 10 Desember 2023 

  3. Family Planning - A global handbook for providers, 2022 edition (internet). https://www.who.int/publications-detail-redirect/9780999203705. Terakhir diakses 10 Desember 2023 

  4. How effective is the birth control pill? (internet). https://www.plannedparenthood.org/learn/birth-control/birth-control-pill/how-effective-is-the-birth-control-pill . Terakhir diakses 10 Desember 2023 

  5. Emergency contraception (internet). https://www.tht.org.uk/hiv-and-sexual-health/sexual-health/improving-your-sexual-health/contraception/emergency . Terakhir diakses 11 Desember 2023 

PP-YSM-ID-0305-1

Efektivitas Kontrasepsi: Kondom, Pil Oral, Pil Darurat, KB Suntik, dan IUD
Efektivitas Kontrasepsi: Kondom, Pil Oral, Pil Darurat, KB Suntik, dan IUD
Article categories

Begini Cara Kerja Kontrasepsi Metode Pil, Penyebab Kegagalan, dan Efek Samping

Private
Public

Begini Cara Kerja Kontrasepsi Metode Pil, Penyebab Kegagalan, dan Efek Samping

Sistem kerja kontrasepsi metode pil terbukti efektif cegah kehamilan, tapi bisa gagal karena hal ini. Pilih Pil KB Kombinasi Modern 24/4 demi hasil terbaik!

  • PP-YSM-ID-0329-1
Cara Kerja Pil KB, Penyebab Kegagalan, dan Efek Samping
Begini Cara Kerja Kontrasepsi Metode Pil, Penyebab Kegagalan, dan Efek Samping

Begini Cara Kerja Kontrasepsi Metode Pil, Penyebab Kegagalan, dan Efek Samping

Sistem kerja kontrasepsi metode pil dinilai efektif untuk mencegah kehamilan. Sangat pas bagi Mums yang memang ingin menunda memiliki momongan. Meskipun terdapat jenis kontrasepsi lain, pil KB banyak dipilih karena penggunaannya mudah dan bisa ditemukan di apotek atau toko kesehatan terdekat. 

Kendati demikian, Mums perlu untuk mencari informasi lebih dulu terkait kontrasepsi metode pil sebelum menggunakannya , dan jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu ya Mums! Hal ini dilakukan supaya Mums mengerti bagaimana cara kerjanya, apa saja penyebab kegagalan pil kontrasepsi oral, dan efek samping penggunaannya. Nah, Mums bisa menyimak pembahasan singkat berikut ya! 

Sekilas Tentang Kontrasepsi  

Sesuai namanya, kontrasepsi adalah alat yang dirancang untuk mencegah kehamilan. Kontrasepsi sendiri tersedia dalam beberapa jenis dengan cara kerja yang berbeda pula. Beberapa alat kontrasepsi yang dimaksud, antara lain[1]: 

  • Pil KB 

  • IUD 

  • Kondom 

  • Pil KB Darurat 

  • KB Implan 

  • KB Suntik 

  • Spermisida 

  • Diafragma 

  • Patch 

  • Sterilisasi 

Metode kontrasepsi di atas menawarkan keunggulan dan kekurangan yang berbeda satu sama lain. Namun, tujuannya utamanya sama, yakni mencegah kehamilan. Alangkah bijak apabila Mums berdiskusi lebih dulu dengan pasangan sebelum memutuskan pilihan. 

Kalau Mums mencari kontrasepsi yang memiliki efektivitas tinggi tanpa harus melakukan suntik atau menggunakan kondom ketika berhubungan seksual, pil KB dapat dijadikan pilihan. Pil ini tersedia dalam dua jenis, yakni pil progestin dan pil kombinasi.    

Pil KB mengandung hormon yang diproduksi oleh ovarium[2]. Baik pil progestin maupun pil kombinasi, keduanya harus diminum setiap hari. Metode kontrasepsi oral ini sangat efektif apabila Mums mengonsumsinya sesuai aturan tanpa melewatkannya. 

Jika digunakan secara tepat, pil ini memiliki tingkat efektivitas mencapai 99.7% dalam mencegah kehamilan[3]. Jika terjadi kesalahan konsumsi, tingkat efektivitasnya hanya mencapai 93% saja. Ini berarti terdapat 7 dari 100 pengguna pil kontrasepsi oral hamil setiap tahunnya. 

Sistem Kerja Kontrasepsi Metode Pil 

 

Barangkali Mums bertanya-tanya, bagaimana sistem kerja kontrasepsi metode pil yang mampu mencegah kehamilan hingga 99.7%? Pada dasarnya, pil KB bekerja dengan cara menghentikan ovarium untuk melepaskan sel-sel telur setiap bulan.  

Kandungan pada pil oral progestin maupun kombinasi juga dapat mengentalkan cairan di sekitar leher rahim. Pengentalan ini dapat menutup jalan sperma masuk ke rahim sehingga kehamilan dapat dicegah.   

Singkatnya, pil KB bekerja dengan cara mencegah produksi sel telur sehingga tidak ada yang bisa dibuahi oleh sperma. Alhasil, kehamilan pun tidak dapat terjadi. Selain mencegah kehamilan, pil KB juga dapat membantu mengatasi masalah menstruasi yang tidak teratur, mengurangi rasa nyeri, endometriosis, dan sindrom pramenstruasi (PMS)[4]. 

Ketika Mums mulai mengonsumsi pil KB untuk pertama kali, dibutuhkan waktu hingga 12 hari agar alat kontrasepsi ini bekerja dengan baik. Hal tersebut juga berlaku bagi Mums yang pernah berhenti dan kembali mengonsumsi pil oral KB.   

 

Mums mungkin akan suka: Pil KB Membantu Berat Badan Tetap Stabil atau Justru Naik, Ya?

 

Penyebab Pil Kontrasepsi Mengalami Kegagalan  

 

Kendati memiliki efektivitas tinggi, bukan berarti risiko kegagalan hilang begitu saja. Tentu setiap metode kontrasepsi bisa mengalami kegagalan. Termasuk pil KB. Lantas, apa yang membuat pil KB gagal mencegah kehamilan[5]? 

  • Kesalahan Manusia 

Penyebab utama kegagalan pil KB disebabkan kesalahan penggunaan. Mums tentu menyadari bahwa kebanyakan pil KB diminum setiap hari untuk memberikan perlindungan maksimal. Jika Mums melewatkan satu pil, hormon akan mengalami ketidakseimbangan sehingga meningkatkan peluang kehamilan[1]. 

  • Penyimpanan Tidak Tepat 

Tak sedikit wanita yang tidak mengetahui bahwa pil KB harus disimpan di tempat kering dengan suhu ruang[2]. Suhu yang terlalu lembap atau panas dapat menurunkan efektivitas pil KB oral sehingga membuat Mums rentan mengalami kehamilan.    

  • Sedang Menjalani Pengobatan  

Penurunan efektivitas kontrasepsi metode pil juga dipengaruhi oleh penggunaan obat-obatan tertentu[3]. Obat tersebut, meliputi pil antibiotik, obat antivirus HIV, obat antijamur, obat epilepsi, obat migrain, dan obat penstabil suasana hati. Maka pastikan Mums mengonsumsi pil KB di waktu yang terpisah dengan penggunaan obat-obatan diatas ya!  

  • Mengidap Penyakit Tertentu 

Sistem kerja kontrasepsi mode pil dapat terganggu apabila Mums mengidap penyakit tertentu yang menghalangi penyerapan kandungan pil kontrasepsi. Penyakit yang menyebabkan diare dan muntah menyebabkan Mums berisiko lebih tinggi untuk hamil.  

  • Obesitas 

Berat badan berlebih juga memengaruhi kecepatan metabolisme tubuh dalam menyerap kandungan pil KB. Hal ini berdampak pada penurunan efektivitas kontrasepsi oral. Alhasil, risiko kehamilan tak direncanakan makin tinggi.  

Efek Samping Mengonsumsi Pil Kontrasepsi 

 

Pil kontrasepsi oral memang bermanfaat dalam membantu mencegah kehamilan. Namun, pil ini juga memiliki sejumlah efek samping yang patut Mums waspadai. Timbulnya efek samping terjadi karena pil KB memengaruhi kadar hormon. Biasanya, efek ini akan hilang dalam waktu dua hingga tiga bulan.  Pada sebagian orang, efek samping akan tetap terasa sepanjang konsumsi pil KB. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa efek samping pil kontrasepsi pada setiap orang berbeda. Beberapa kemungkinan efek samping yang umum dirasakan, antara lain[4]: 

  • Mual 

  • Payudara terasa nyeri 

  • Sakit kepala 

  • Perubahan pada kulit 

  • Kembung 

  • Perubahan suasana hati 

  • Perdarahan 

Pil KB mungkin kurang cocok dan tidak aman dikonsumsi oleh: 

  • Penderita hipertensi yang tidak menjalani pengobatan. 

  • Aktif merokok dan telah berusia di atas 35 tahun. 

  • Mempunyai riwayat penyakit jantung. 

  • Penderita migrain dengan aura. 

  • Mempunyai riwayat penyakit kanker payudara atau endometrium. 

Namun, efek samping pil kontrasepsi akan berbeda pada setiap orang. Untuk saran terbaik, Mums disarankan untuk berkonsultasi tentang faktor risiko yang ada dengan dokter kepercayaan Mums.  Apabila Mums yakin untuk menggunakan pil kontrasepsi oral, tersedia Pil KB Kombinasi Modern 24/4. Sistem kerja kontrasepsi metode pil ini efektif menghambat dan menurunkan risiko kehamilan.  

 

Lantaran mengandung hormon progestin dan estrogen, Pil KB Kombinasi Modern 24/4 juga cocok bagi Mums yang kerap mengalami nyeri ketika menstruasi. Pasalnya, pil ini memberikan manfaat tambahan yang efekfif mengatasi gangguan PMDD. Kini Mums bisa Ber-KB Nyaman dan Bebas Premenstrual Dysphoric Disorder karena ada Pil KB Kombinasi Modern 24/4! ]

 

Baca juga: Cara Kerja Pil Kontrasepsi Oral dan Tips Agar Hasilnya Optimal

Bagikan

Referensi:  

  1. Can a person get pregnant while taking the pill? (internet). https://www.medicalnewstoday.com/articles/322799#effectiveness . Terakhir diakses 12 Desember 2023 

  2. Contraception – the combined pill (internet). https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/contraception-the-pill . Terakhir diakses 12 Desember 2023 

  3. Family Planning - A global handbook for providers, 2022 edition (internet). https://www.who.int/publications-detail-redirect/9780999203705. Terakhir diakses 10 Desember 2023 . Terakhir diakses 12 Desember 2023 10 

  4. most common birth control pill side effects (internet). https://www.medicalnewstoday.com/articles/290196 . Terakhir diakses 12 Desember 2023 

PP-YSM-ID-0305-1

Begini Cara Kerja Kontrasepsi Metode Pil, Penyebab Kegagalan, dan Efek Samping
Cara Kerja Pil KB, Penyebab Kegagalan, dan Efek Samping
Article categories

Ini Pilihan KB untuk Penderita Hipertensi, Wajib Tahu!

Private
Public

Ini Pilihan KB untuk Penderita Hipertensi, Wajib Tahu!

Penderita tekanan darah tinggi tidak bisa sembarang menggunakan pil KB. Berikut pilihan pil KB untuk penderita hipertensi.

  • PP-YSM-ID-0320-1
Ini Pilihan KB untuk Penderita Hipertensi, Wajib Tahu!
Pilihan KB untuk Penderita Hipertensi

Ini Pilihan KB untuk Penderita Hipertensi, Wajib Tahu!

Jumlah penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi di Indonesia cukup tinggi. Masalah kesehatan ini sangat berdampak terhadap kehidupan penderitanya, termasuk pada perempuan yang ingin melakukan KB secara oral. Sebab, tak semua pil KB dapat digunakan oleh pasien hipertensi.  

Namun, Mums tak perlu khawatir, sebab masih banyak pilihan pil KB untuk penderita hipertensi. Berikut penjelasan lengkapnya. 

Hubungan Antara KB dan Hipertensi  

A person measuring blood pressure

Description automatically generated

Ada banyak sekali jenis kontrasepsi dan beberapa di antaranya mengandung estrogen, seperti birth control patch, pil KB hormonal kombinasi, dan cincin vagina. Namun para dokter di AS menyarankan perempuan untuk menghindari ketiga jenis kontrasepsi tersebut bila mereka memiliki tekanan darah tinggi.1 

Penelitian menunjukkan bahwa pil KB hormonal kombinasi dapat meningkatkan tekanan darah bila dikonsumsi dalam dosis tinggi. Sementara bila dosisnya kecil, efek yang ditimbulkan pada hipertensi cenderung kecil. Untuk metode KB cincin vagina dan birth control patch, keduanya tidak begitu memengaruhi tekanan darah. Kendati demikian, penelitian lebih lanjut terkait efek keduanya pada penderita hipertensi tetap diperlukan.2 

Bagi Mums dengan tekanan darah tinggi dan ingin melakukan KB oral atau menggunakan pil, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter ahli terlebih dahulu. Umumnya, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih kontrasepsi untuk penderita hipertensi, antara lain: 

  • Usia 

  • Kontrol tekanan darah 

  • Risiko lain yang berhubungan dengan kondisi jantung 

KB yang Tidak Cocok untuk Hipertensi 

A person taking a pill and holding a glass of water

Description automatically generated

 

Seperti yang dijelaskan di atas, metode kontrasepsi yang mengandung estrogen tidak disarankan untuk digunakan oleh perempuan dengan tekanan darah tinggi. Salah satu jenis kontrasepsi yang tidak disarankan adalah pil KB hormonal kombinasi. Selain mengandung estrogen, pil KB ini juga mengandung progestin yang dapat meningkatkan tekanan darah bila dikonsumsi dalam dosis tinggi. Akibatnya, pil ini dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular lainnya.3 

Selain itu, jenis kontrasepsi injeksi juga tidak disarankan untuk perempuan dengan hipertensi. Sebab, jenis KB ini kemungkinan bisa meningkatkan kadar kolesterol yang pada akhirnya meningkatkan risiko penyakit jantung pada penderita hipertensi.  

Namun bagi Mums yang memiliki tekanan darah dan kadar kolesterol normal, jenis-jenis kontrasepsi di atas tetap aman untuk digunakan. Memang, tekanan darah dan kolesterol mungkin akan sedikit mengalami kenaikan, tetapi tidak membahayakan tubuh. Sebab itu, penting untuk berkonsultasi ke dokter ahli terlebih dahulu untuk mempertimbangkan metode kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi tubuh. 

Metode KB yang Aman untuk Penderita Hipertensi 

A hand holding a pack of pills

Description automatically generated 

Bagi Mums yang menderita tekanan darah tinggi dan sedang mencari kontrasepsi efektif sambil memprioritaskan kesehatan kardiovaskular, ada beberapa metode kontrasepsi yang aman. Metode-metode ini ditujukan untuk mencegah kehamilan tanpa memberikan dampak signifikan terhadap tekanan darah dan kadar kolesterol. Melansir laman Healthline, berikut pilihan kontrasepsi yang aman untuk penderita hipertensi.3 

1. IUD 

IUD merupakan perangkat kecil berbentuk “T” yang dimasukkan ke dalam rahim. Alat kontrasepsi ini dinilai dapat memberikan perlindungan terhadap terjadinya pembuahan sel telur hingga lebih dari 99%. IUD sendiri terbagi menjadi dua jenis, yakni: 

  • IUD hormonal: IUD ini melepaskan hormon progestin yang dapat mencegah terjadinya ovulasi. 

  • IUD tembaga: Jenis IUD ini terbuat dari tembaga yang bersifat toksik terhadap sperma dan sel telur. 

Kedua jenis IUD tersebut sama-sama mampu memberikan perlindungan terhadap terjadinya pembuahan hingga 99%. Alat kontrasepsi ini umumnya perlu diganti setiap 3-12 tahun sekali tergantung jenis IUD yang Mums gunakan. Bahkan juga bisa dihilangkan bila Mums ingin mengandung kembali. 

2. Pil KB dengan kandungan progestin 

Bagi Mums yang mencari pil KB untuk penderita hipertensi, disarankan untuk memilih pil yang hanya mengandung satu jenis hormon, yakni progestin. Pil kontrasepsi jenis ini umumnya juga dikenal dengan sebutan minipil.

Pil KB yang hanya mengandung progestin tidak akan meningkatkan tekanan darah. Sebab itu, pil ini dianggap aman untuk diberikan pada perempuan dengan kondisi hipertensi dan risiko penyakit kardiovaskular lainnya. Tingkat efektivitas yang diberikan juga cukup tinggi, yakni mencapai 93%. 

3. KB implan 

Alternatif kontrasepsi selanjutnya yang aman untuk penderita hipertensi adalah KB implan. KB implan merupakan alat kontrasepsi berukuran kecil yang dimasukkan ke bagian bawah permukaan kulit pada lengan bagian atas. Pemasangan KB ini tentu harus dilakukan oleh tenaga kesehatan ahli. 

KB implan mampu mencegah terjadinya pembuahan hingga 99%. Alat ini bisa diganti setiap 5 tahun sekali atau bahkan diambil bila Mums berencana memiliki buah hati lagi. Namun, jenis KB ini tidak dapat melindungi penggunanya dari penyakit seks menular sehingga perlindungan tambahan tetap diperlukan. 

4. Metode penghalang 

Metode atau alat kontrasepsi penghalang merupakan opsi ideal bagi Mums yang ingin menjalani KB tetapi menderita tekanan darah tinggi. Secara garis besar, metode ini secara fisik akan menghalangi atau mencegah masuknya sperzma ke uterus. Selain itu, kontrasepsi penghalang juga tidak mengandung hormon sama sekali sehingga tidak akan memengaruhi tekanan darah. 

Ada banyak sekali pilihan alat kontrasepsi penghalang, di antaranya: 

  • Kondom pria: Kontrasepsi yang satu ini paling umum digunakan oleh untuk mencegah kehamilan dengan efektivitas mencapai 87%. 

  • Kondom internal/kondom wanita: Kondom ini mampu mencegah terjadinya pembuahan hingga 79%. Cara memakainya adalah dengan memasukkan kondom ke dalam vagina  

  • Diafragma dengan spermisida: Kontrasepsi yang satu ini mungkin masih asing di Indonesia. Bentuknya menyerupai kubah yang terbuat dari karet dan dimasukkan ke bagian mulut rahim sebelum berhubungan. Tingkat efektivitasnya cukup tinggi, yakni 71-87%. 

5. Sterilisasi 

Bagi Mums yang mungkin sudah tidak ingin mengandung kembali, sterilisasi bisa dijadikan opsi yang ideal. Pilihan sterilisasi seperti ligasi tuba dan bilateral salpingectomy dapat memberikan tingkat efektivitas mencapai 99% dalam mencegah terjadinya kehamilan.  

Namun kondisi hipertensi bisa saja meningkatkan risiko terkait prosedur sterilisasi. Oleh sebab itu, penting sekali bagi Mums untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter ahli bila ingin menjalani sterilisasi dengan kondisi tekanan darah tinggi. 

Jadi, perempuan dengan kondisi hipertensi tidak disarankan untuk menggunakan kontrasepsi yang mengandung hormon estrogen. Hal ini karena estrogen dapat memperparah kondisi hipertensi. Sebagai alternatifnya dan bila Mums lebih memilih pil KB untuk penderita hipertensi, maka disarankan untuk memilih pil yang hanya mengandung progestin. 

Bila Mums tidak memiliki riwayat hipertensi, kolesterol tinggi, dan risiko penyakit kardiovaskular lainnya, tidak ada pantangan untuk menggunakan pil KB dengan estrogen. Terlebih bila Mums ingin ber-KB bebas jerawat dan berat badan tetap stabil, maka aman-aman saja untuk menggunakan pil KB yang mengandung estrogen. 

Bagikan

Referensi: 

  1. Birth Control and High Blood Pressure: Which Methods are Safe for You?. [Internet]. Dapat diakses di https://www.health.harvard.edu/blog/birth-control-and-high-blood-pressure-which-methods-are-safe-for-you-2020111321327. Terakhir diakses Desember 2023. 

  2. Birth Control and High Blood Pressure: What to Know. [Internet]. Dapat diakses di https://www.webmd.com/sex/birth-control/birth-control-blood-pressure. Terakhir diakses Desember 2023. 

  3. Birth Control for People with High Blood Pressure. [Internet]. Dapat diakses di https://www.healthline.com/health/birth-control/birth-control-high-blood-pressure. Terakhir diakses Desember 2023. 

PP-YSM-ID-0320-1

Ini Pilihan KB untuk Penderita Hipertensi, Wajib Tahu!
Ini Pilihan KB untuk Penderita Hipertensi, Wajib Tahu!
Article categories

Efek Samping Pil KB Pria

Private
Public

Efek Samping Pil KB Pria

Pil KB pria memang masih dalam tahap uji coba dan belum diperjualbelikan. Dalam uji coba tersebut menunjukkan adanya efek samping pil KB pria, khususnya jenis DMAU.

  • PP-YSM-ID-0320-1
Efek Samping Pil KB Pria
Efek Samping Pil KB Pria

Efek Samping Pil KB Pria

Seiring dengan meningkatnya edukasi tentang kesetaraan gender dalam kesehatan reproduksi, para ilmuwan mencoba menciptakan pil kontrasepsi untuk pria. Sama seperti pil KB perempuan, pil KB yang ditujukan untuk pria juga memiliki efek samping kendati masih dalam tahap penelitian lanjut. Lantas, apa saja efek samping pil KB pria? Simak selengkapnya dalam uraian berikut ini. 

Efek Bila Pria Mengonsumsi Pil KB Wanita 

A person holding a pill and a glass of water

Description automatically generated 

Seperti yang Mums ketahui, pil KB merupakan salah satu metode kontrasepsi untuk mencegah terjadinya pembuahan atau kehamilan. Kontrasepsi jenis oral ini juga paling banyak digunakan oleh perempuan. Nah, mungkin Mums pernah penasaran, bagaimana kalau pria juga mengonsumsi pil KB wanita? Apa efeknya? 

Pil KB sendiri mengandung dua jenis hormon yang diproduksi secara alami oleh tubuh perempuan, yakni estrogen dan progesteron. Saat mengonsumsi pil KB, kedua hormon tersebut akan bereaksi terhadap siklus menstruasi perempuan yang kemudian dapat mencegah kehamilan.  

Menariknya, pria juga mampu memproduksi hormon progesteron dan estrogen meskipun kuantitasnya sedikit. Estrogen pada pria berfungsi untuk mematangkan sperma. Sementara itu, hormon progesteron diperlukan untuk mendorong terjadinya pembuatan testosteron. 

Nah, jika pria mengonsumsi pil KB perempuan, satu atau dua pil, kemungkinan besar tidak akan menimbulkan efek yang mengkhawatirkan pada tubuh. Melansir laman HelloSehat, bila 

pria mengonsumsi pil KB perempuan dalam jangka waktu yang lama dan dengan intensitas yang tinggi, banyak efek samping yang mungkin akan timbul.Adapun efek samping yang ditimbulkan antara lain: 

1. Perubahan organ dan kualitas seks 

Bila kadar estrogen dan progesteron pria terlalu berlebihan, maka penampilan fisik dan fungsi organ seks akan mengalami perubahan secara negatif. Di samping itu, produksi jumlah sperma juga akan menurun, gairah seks menurun, dan kemungkinan akan mengalami disfungsi ereksi. Bahkan beberapa pria bisa mengalami ginekomasti, yakni pembesaran payudara. 

2. Testosteron menurun 

Konsumsi pil KB perempuan juga bisa membuat tubuh pria kekurangan testosteron. Bila hormon testosteron rendah, maka berisiko mengalami tulang lemah atau rapuh yang dapat berujung pada osteoporosis dini. Selain itu, testosteron rendah juga bisa mengurangi massa otot dan menghambat pertumbuhan rambut sehingga fisik pria menjadi lebih feminin. 

3. Penggumpalan darah 

Pria yang mengonsumsi pil KB perempuan secara rutin juga dapat menimbulkan risiko penggumpalan darah. Risiko efek samping ini bisa makin tinggi pada pria yang memiliki kebiasaan merokok. 

Adakah Pil KB untuk Pria? 

A person taking a pill and holding a glass of water

Description automatically generated 

Dari penjelasan di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa pria disarankan untuk tidak mengonsumsi pil KB khusus perempuan secara sembarang. Bahkan kalaupun ingin mengonsumsinya untuk program keluarga berencana karena mungkin pasangan tidak bisa mengonsumsi pil KB, lebih baik dipikir-pikir terlebih dahulu.  

Pada dasarnya, pil KB khusus untuk pria belum ada yang dikomersialkan. Kendati demikian, sekitar 83% pria bersedia untuk menggunakan kontrasepsi oral semacam itu.2 Namun para peneliti masih terus berusaha untuk menciptakan formulasi yang tepat dan bisa memenuhi kriteria, seperti: 

  • Keamanan 

  • Efektivitas 

  • Reversibilitas 

 

Pil kontrasepsi untuk pria yang dapat ideal juga harus memenuhi beberapa faktor penting, seperti: 

  • Faktor ketersediaan 

  • Kemudahan penggunaan 

  • Rendahnya efek samping yang berbahaya 

Formulasi Pil KB untuk Pria 

A doctor holding a pill and a bottle

Description automatically generated 

Formulasi pil KB untuk pria melibatkan pemahaman yang mendalam terhadap sistem reproduksi pria yang secara biologis sangat kompleks. Pada umumnya, pria mampu memproduksi jutaan sperma dalam satu hari atau sekitar 1.000 sperma per detik. Semua sperma ini harus bisa dihentikan sebelum mencapai sel telur dalam tubuh perempuan untuk bisa mencegah terjadinya pembuahan. 

Dalam riset terbaru, tim yang didanai oleh NIH berhasil mengembangkan senyawa  TDI-11861. Senyawa ini mampu mengikat dan menghambat enzim sAC yang memengaruhi pergerakan sperma. Uji coba yang dilakukan pada tikus jantan menunjukkan bahwa TDI-11861 tidak menimbulkan risiko keamanan.3 

Penemuan tersebut memberikan harapan bahwa senyawa seperti TDI-11861 bisa menjadi fondasi untuk mengembangkan formulasi pil KB pria. Kendati demikian, diperlukan penelitian lebih lanjut guna mengatasi beberapa tantangan yang kemungkinan muncul sebelum dilakukan uji klinis pada manusia. 

Efek Pil KB (Dimethandrolone Undecanoate atau DMAU) untuk Pria 

A person sitting on a bed with his hand on his head

Description automatically generated 

Meskipun belum ada pil KB pria yang diperjualbelikan, ada satu pil kontrasepsi yang sudah diperkenalkan dan diujicobakan pada 82 pria di tahun 2019, yakni DMAU. Uji coba tersebut dilakukan pada pria dengan rentang usia 18-50 tahun dengan 1-3 dosis selama 28 hari. Partisipan riset yang mengonsumsi d osis tertinggi, yakni 400 mg, mengalami penurunan testosteron, FSH, dan LH. Namun riset tersebut tidak menghitung kuantitas sperma setelah partisipan mengonsumsi DMAU.4 

Adanya efek samping pil KB pria (DMAU) juga dilaporkan dalam riset tersebut. Beberapa partisipan mengeluhkan efek ringan seperti: 

  • Munculnya jerawat 

  • Sakit kepala 

  • Disfungsi ereksi ringan 

  • Penurunan gairah seksual 

  • Kelelahan 

  • Berat badan naik 

Dari riset tersebut dapat disimpulkan bahwa DMAU memiliki potensi untuk menjadi pil KB yang dapat diberikan pada pria. Namun penelitian secara lebih mendalam masih diperlukan, khususnya untuk menguji apakah kontrasepsi oral tersebut dapat mengurangi jumlah sperma atau tidak.  

Dari riset yang sudah ada, ada kemungkinan DMAU bisa menekan produksi sperma. Namun perlu diketahui bahwa tubuh pria butuh sekitar 90 hari untuk dapat memproduksi sperma. Dengan demikian, dibutuhkan uji coba yang lebih lama lagi untuk memastikan apakah produksi sperma dapat dihentikan secara sepenuhnya atau tidak setelah mengonsumsi DMAU.4 

Di sisi lain, para peneliti masih harus mencari efek jangka panjang DMAU terhadap tubuh. Misalnya, peneliti masih belum tahu apakah DMAU bisa menimbulkan masalah mental, risiko penyumbatan darah, dan kerusakan organ-organ yang membantu melumatkan pil tersebut. 

Jadi, efek samping pil KB pria, dalam hal ini adalah DMAU, masih terus diteliti. Kemungkinan, butuh sekitar satu dekade atau lebih agar pil kontrasepsi ini bisa dikomersialkan dan digunakan oleh pria. Sebagai alternatifnya, kaum pria bisa tetap menggunakan metode-metode kontrasepsi non-oral yang sudah ada, seperti kondom dan vasektomi. 

Bila kedua opsi tersebut tidak bisa diterapkan karena berbagai alasan, mau tidak mau tentu harus pihak perempuan lah yang menjalani KB. Bagi Mums yang mungkin ingin menggunakan kontrasepsi jenis oral, pil KB Kombinasi Modern 21/7 bisa dijadikan salah satu alternatif. Khususnya bagi Mums yang ingin ber-KB bebas jerawat dan berat badan tetap stabil. 

Bagikan

Referensi: 

  1. Apa Efeknya Bila Pria Minum Pil KB Wanita?. [Internet]. Dapat diakses di https://hellosehat.com/seks/kontrasepsi/efek-pria-minum-pil-kb-wanita/#google_vignette. Terakhir diakses Desember 2023. 

  2. Why Is There No Male Birth Control Pill?. [Internet]. Dapat diakses di https://www.webmd.com/sex/birth-control/male-birth-control-contraceptives-pill. Terakhir diakses Desember 2023. 

  3. Male Contraceptive Disables Sperm. [Internet]. Dapat diakses di https://www.nih.gov/news-events/nih-research-matters/male-contraceptive-disables-sperm. Terakhir diakses Desember 2023.  

  4. ‘The Pill’ for Guys: Male Birth Control Option Passes Safety Tests. [Internet]. Dapat diakses di https://utswmed.org/medblog/pill-guys-male-birth-control-option-passes-safety-tests/. Terakhir diakses Desember 2023. 

PP-YSM-ID-0320-1

Efek Samping Pil KB Pria
Efek Samping Pil KB Pria
Article categories

Pil KB Sudah Habis Tapi Belum Haid? Cek Penyebabnya di Sini

Private
Public

Pil KB Sudah Habis Tapi Belum Haid? Cek Penyebabnya di Sini

Pil KB sudah habis tapi belum haid, apa kira-kira penyebabnya? Cek penyebabnya dalam artikel berikut ini. 

  • PP-YSM-ID-0320-1
Pil KB Sudah Habis Tapi Belum Haid? Cek Penyebabnya di Sini
Pil KB Sudah Habis Tapi Belum Haid? Cek Penyebabnya di Sini

Pil KB Sudah Habis Tapi Belum Haid? Cek Penyebabnya di Sini

 

 

Pil KB adalah salah satu metode kontrasepsi yang cukup banyak digunakan oleh kaum perempuan. Jenisnya juga beragam dan masing-masing mengandung kombinasi hormon sintetik yang dapat memengaruhi siklus menstruasi. Hanya saja, tak sedikit orang yang mengeluhkan kalau pil KB sudah habis tapi belum haid. Apa penyebabnya? Mari simak penjelasan lengkapnya dalam uraian berikut. 

 

Efek Pil KB Terhadap Menstruasi 

 

 

Pil KB Sudah Habis Tapi Belum Haid? Cek Penyebabnya di Sini

 

 

Pada dasarnya, pil KB mengandung satu atau lebih hormon sintetik. Ada pil KB yang hanya mengandung satu jenis hormon, seperti progestin, ada juga yang mengandung dua hormon, seperti progestin dan estrogen. Kedua hormon ini berfungsi untuk mencegah terjadinya kehamilan dalam tiga cara, yakni: 

  • Mencegah terjadinya ovulasi pada ovarium atau mencegah ovarium melepaskan sel telur setiap bulannya. 

  • Mengentalkan lendir serviks agar sperma sulit mencapai sel telur. 

  • Menebalkan dinding rahim sehingga tidak terjadi pembuahan. 

Pada dasarnya, pil kontrasepsi dapat mencegah kehamilan hingga 99,7% bila digunakan sesuai aturan. Maksudnya adalah, pil KB harus dikonsumsi setiap hari pada waktu yang sama. Bila Mums tidak minum satu hari saja atau telat minum pil KB, maka efektivitasnya bisa menurun.1 

Pil KB untuk satu bulan pemakaian umumnya terdiri dari 21 pil dengan kandungan hormon aktif dan tujuh hari untuk tidak meminum pil KB. Namun tak sedikit wanita yang lupa minum pil KB dan ini merupakan hal yang lumrah. Di sisi lain, bila timbul efek samping seperti muntah, otomatis pil KB tidak terserap di dalam tubuh. Faktor-faktor ini dapat menurunkan efektivitas pil KB dan meningkatkan risiko kehamilan atau haid tidak teratur.2 

Pada dasarnya, pil KB dapat membantu melancarkan siklus menstruasi. Kebanyakan pil KB bekerja dalam empat minggu siklus. Jadi, bila Mums mengonsumsi pil KB sejenis ini, maka biasanya haid akan datang setiap 28 hari. 

Penyebab Belum Haid Saat Pil KB Sudah Habis 

 

PIL KB SUDAH HABIS TAPI BELUM HAID?

 

 

Selain karena efek samping biasa, ada faktor lain yang bisa membuat Mums tidak kunjung haid meskipun pil KB sudah habis. Berikut beberapa faktor yang perlu diwaspadai dan mungkin perlu segera ditangani oleh dokter. 

 

1. Jenis pil KB 

Melansir laman Medical News Today, salah satu penyebab haid tidak datang meskipun pil KB sudah habis adalah jenis pil kontrasepsi itu sendiri. Beberapa jenis pil bisa menghentikan menstruasi atau membuat siklus haid menjadi tidak teratur. Namun ada juga pil KB (pil KB berkelanjutan) yang menyebabkan individu hanya mengalami empat kali haid dalam satu tahun.2 

Intinya, setiap orang mengalami efek yang berbeda-beda meskipun mengonsumsi pil KB yang sama. Sementara, orang yang baru mulai minum jenis pil KB baru, tubuhnya membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan pil tersebut sehingga bisa menyebabkan telat datang bulan. 

 

2. Stres 

Faktor lain yang menyebabkan datang bulan tidak teratur meskipun sudah rajin minum pil kontrasepsi adalah stres berkepanjangan. Hal ini lantaran kondisi stres bisa memicu peningkatan produksi hormon estrogen dan kortisol. 

Bila kadar dari kedua jenis hormon tersebut terlalu tinggi, maka dapat menghambat terjadinya pelepasan sel telur pada ovarium. Bila ovulasi terhambat atau terganggu, otomatis Mums akan mengalami telat datang bulan. Bahkan tak sedikit perempuan yang sama sekali tidak haid karena stres berat.3 

 

3. Berat badan turun drastis 

Sebagian perempuan mengalami efek samping berupa kenaikan berat badan setelah minum pil KB. Hal ini akhirnya membuat mereka merasa harus melakukan diet. Bila diet dilakukan secara ekstrem, otomatis berat badan bisa menurun drastis. Bagi sebagian orang mungkin menginginkan hal tersebut. Namun bagi perempuan yang aktif mengonsumsi pil KB, maka beda lagi ceritanya. 

Penurunan berat badan secara tiba-tiba atau drastis bisa menurunkan metabolisme tubuh. Akibatnya, tubuh akan mengalami kesulitan dalam mengatur siklus menstruasi atau bahkan berhenti. Kekurangan asupan kalori juga bisa menurunkan kadar hormon estrogen yang berfungsi mengatur proses ovulasi. Alhasil, sel telur pun tidak bisa lepas dari ovarium yang pada akhirnya menyebabkan Mums tidak mengalami menstruasi. 

 

4. Kelebihan berat badan 

Kaum perempuan yang memiliki berat badan tidak ideal atau obesitas cenderung memiliki kadar hormon estrogen berlebih. Hal ini dapat memengaruhi siklus haid, seperti telat datang bulan, haid terlalu deras, atau bahkan tidak teratur. 

 

5. Terlalu sering olahraga 

Olahraga memang penting untuk tubuh karena dapat meningkatkan metabolisme. Namun bila Mums terlalu sering berolahraga dan sedang dalam program KB oral atau menggunakan pil, maka siklus haid akan terganggu. Hal ini sering kali tidak disadari oleh para perempuan yang menjalani gaya hidup aktif dan teratur minum pil kontrasepsi. 

Tak hanya itu saja, bila Mums kekurangan asupan lemak, maka siklus haid juga terpengaruh dan biasanya makin kacau. Ini lantaran lemak merupakan salah satu komponen utama dalam struktur penyusunan hormon.3 

 

Mums mungkin akan suka: Apakah Minum Pil KB Aman untuk Penderita Penyakit Hati?

 

6. Kondisi kesehatan (Polycystic ovary syndrome atau PCOS) 

Faktor terakhir yang menyebabkan haid tidak kunjung datang meskipun rutin minum pil KB adalah kondisi medis tertentu yang berhubungan dengan hormon. Kondisi hormonal yang paling sering dialami oleh wanita dalam usia reproduktif adalah sindrom ovarium poliklistik atau PCOS. Sindrom ini membuat penderitanya mengalami siklus haid yang tidak teratur meskipun rajin mengonsumsi pil kontrasepsi. 

PCOS sendiri juga dapat menyebabkan tumbuhnya kista pada ovarium. Bila hal ini terjadi, maka bukan hanya siklus haid saja yang tidak teratur, kemungkinan besar penderitanya juga sulit untuk hamil. PCOS termasuk sangat umum terjadi dan diperkirakan dialami oleh 4% hingga 20% perempuan di seluruh dunia pada usia reproduktif.3 

Jadi, bila pil KB sudah habis tapi belum haid, belum tentu itu adalah tanda kebobolan hamil. Telat haid selama mengonsumsi pil KB dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti jenis pil, kondisi mental, terlalu sering berolahraga, dan masalah berat badan.  

Telat datang bulan juga bisa menjadi tanda-tanda kondisi medis seperti PCOS. Jadi, bila haid tidak teratur atau tiba-tiba berhenti, sangat disarankan untuk segera memeriksakannya ke dokter. Di samping itu, Mums juga harus selektif dalam memilih jenis pil KB yang sesuai dengan kondisi tubuh. Namun bila Mums ingin ber-KB bebas jerawat dan berat badan tetap stabil, KB Kombinasi Modern 21/7 bisa dijadikan pilihan. 

Baca juga: 5 Jenis Kontrasepsi untuk Pria dan Plus Minusnya

Bagikan

Referensi: 

  1. Safe Ways to Use Birth Control to Skip Your Period. [Internet]. Dapat diakses di https://www.healthline.com/health/birth-control/skip-period-birth-control. Terakhir diakses pada Desember 2023. 

  2. Why Can You Have a Missed Period on Birth Control?. [Internet]. Dapat diakses di https://www.medicalnewstoday.com/articles/322141. Terakhir diakses pada Desember 2023. 

  3. Sudah Minum Pil KB tapi Tidak Haid, Apa Alasannya?. [Internet]. Dapat diakses di https://hellosehat.com/kehamilan/kesuburan/minum-pil-kb-tapi-tidak-haid/. Terakhir diakses pada Desember 2023. 

PP-YSM-ID-0320-1

Pil KB Sudah Habis Tapi Belum Haid? Cek Penyebabnya di Sini
Pil KB Sudah Habis Tapi Belum Haid? Cek Penyebabnya di Sini
Article categories

5 Jenis Kontrasepsi untuk Pria dan Plus Minusnya

Private
Public

5 Jenis Kontrasepsi untuk Pria dan Plus Minusnya

Bukan hanya kondom, masih ada empat jenis lain alat kontrasepsi untuk pria. Simak di sini beserta plus dan minusnya.     

  • PP-YSM-ID-0320-1
5 Jenis Kontrasepsi untuk Pria dan Plus Minusnya
Jenis Kontrasepsi untuk Pria dan Plus Minusnya

5 Jenis Kontrasepsi untuk Pria dan Plus Minusnya

A person in a white shirt

Description automatically generated

Source: Freepik

Berbicara soal metode Keluarga Berencana (KB), tak sedikit orang yang masih menganggap perempuan lah yang harus melakukan KB. Padahal, pria juga bisa turut andil dalam mencegah kehamilan menggunakan beberapa pilihan metode kontrasepsi. Sejauh ini, ada lima jenis metode kontrasepsi yang ditujukan bagi pria. 

Cara Kerja Metode Kontrasepsi untuk Pria 

Sebelum membahas tentang jenis-jenis kontrasepsi untuk pria, mari pahami terlebih dahulu bagaimana cara kerjanya. Pada dasarnya, metode kontrasepsi untuk pria merupakan metode yang digunakan untuk mencegah atau meminimalkan potensi terjadinya pembuahan pada pasangan lawan jenis. 

Beberapa jenis kontrasepsi, seperti kondom, memberikan efektivitas yang bersifat tidak permanen. Sementara itu, metode kontrasepsi seperti vasektomi, sejauh ini merupakan satu-satunya jenis kontrasepsi permanen untuk pria. 

Secara garis besar, alat kontrasepsi untuk pria bekerja dengan cara mencegah sperma masuk ke dalam vagina. Contohnya adalah kondom, bila dikenakan dengan benar, maka cairan pre-ejakulasi dan ejakulasi tidak bisa mencapai rahim dan melakukan pembuahan sel telur. 

Perlu diketahui pula bahwa setiap jenis kontrasepsi untuk pria memiliki tingkat efektivitas yang berbeda, sama seperti KB untuk perempuan. Namun dengan menggunakan alat kontrasepsi dengan benar atau lebih dari satu jenis, maka potensi terjadinya kehamilan tidak  direncanakan bisa terus diminimalkan.1 

5 Jenis Kontrasepsi untuk Pria dan Plus Minusnya 

Berikut adalah lima jenis kontrasepsi untuk pria beserta kelebihan dan kekurangannya. 

1. Kondom 

Two red packets of condoms

Description automatically generated 

Source: Pexels 

Kondom merupakan alat kontrasepsi pria yang paling populer dan mudah didapatkan. Umumnya, kondom terbuat dari latex, jadi bagi yang memiliki alergi latex bisa menggunakan kondom dari bahan-bahan, seperti polyisoprene atau polyurethane. 

Kelebihan: 

  • Kondom relatif terjangkau dan mudah didapatkan di minimarket, apotek, dan toko online. 
  • Efektif dalam mencegah kehamilan hingga 98% dan penyakit seks menular bila digunakan dengan benar dan hanya dalam satu kali penetrasi.1 

Kekurangan: 

  • Kondom bisa sobek saat digunakan sehingga meningkatkan potensi kehamilan dan penularan penyakit kelamin. 
  • Kondom bisa lepas atau terlalu ketat apabila ukuran yang digunakan tidak sesuai dengan pengguna. 

Sebagai catatan, jangan menyimpan kondom di tempat yang panas, seperti dompet. Sebab, gesekan yang terjadi di dalamnya bisa menimbulkan panas yang dapat merusak kondom. Sebelum dipakai, pastikan untuk mengecek tanggal kedaluwarsanya terlebih dahulu.  

2. Ejakulasi di luar 

Metode yang satu ini sama sekali tidak melibatkan penggunaan alat, melainkan teknik dalam berhubungan untuk mencegah kehamilan. Sesuai namanya, ejakulasi di luar merupakan metode di mana pria akan mengeluarkan penisnya dari vagina saat merasa akan melakukan ejakulasi. Jadi, ejakulasi dilakukan di luar vagina agar cairan ejakulasi tidak mengenai vulva. 

Kelebihan: 

  • Tidak memiliki efek samping dan tidak memerlukan biaya karena tidak menggunakan alat. 
  • Bisa saja efektif asalkan dilakukan dengan benar. 

Kekurangan: 

  • Metode ejakulasi di luar hanya memiliki tingkat efektivitas 78%. Dalam satu tahun, ada sekitar 22 dari 100 pasangan yang berakhir hamil setelah menggunakan metode ini.2 
  • Ejakulasi di luar juga tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit seks menular. 

3. Spermisida 

 

Source: Pexels 

Spermisida merupakan alat kontrasepsi pria yang bersifat non-hormonal. Spermisida tersedia dalam beberapa bentuk, seperti krim, foam, tablet, jeli, spons, dan vaginal contraceptive film (VCF). Cara kerja alat ini adalah dengan menghentikan dan membunuh pergerakan sperma sebelum masuk ke dalam rahim. 

Kelebihan: 

  • Spermisida tidak menimbulkan efek samping hormonal. 
  • Bila digunakan dengan metode kontrasepsi lainnya, tingkat efektivitasnya dalam mencegah kehamilan bisa naik. 

Kekurangan: 

  • Penggunaan spermisida saja hanya memberikan efektivitas sekitar 70% hingga 80%. 
  • Bila digunakan terlalu sering, spermisida bisa menimbulkan infeksi saluran kencing pada wanita. 

     

4. Vasektomi 

Vasektomi atau sterilisasi merupakan metode kontrasepsi permanen. Untuk melangsungkan prosedur vasektomi, dokter spesialis akan membuat lubang pada buah zakar untuk mengeluarkan saluran vas atau penyalur sperma. Kemudian saluran tersebut dipotong dan diikat kedua ujungnya. Prosedur ini berlangsung cukup cepat, kurang lebih 30 menit saja.3 Namun butuh sekitar 3 bulan agar air mani benar-benar tidak mengandung sperma.  

Kelebihan:  

  • Prosedur vasektomi relatif lebih terjangkau, mudah, dan efektif dibanding sterilisasi pada wanita. 
  • Bisa langsung pulang tanpa harus opname setelah operasi selesai. 
  • Vasektomi tidak memengaruhi sensasi ejakulasi bagi pria maupun pasangan. 
  • Aroma maupun warna air mani tidak berubah. 
  • Tingkat efektivitas dalam mencegah kehamilan mencapai 99%. 

Kekurangan: 

  • Vasektomi merupakan metode kontrasepsi permanen sehingga tidak akan bisa melakukan pembuahan lagi. Bagi yang ingin memiliki anak lagi, vasektomi bisa dioperasi kembali, tetapi metode reversal  ini tidak selalu berhasil. 
  • Meskipun sudah melakukan vasektomi, pria tetap harus memakai kondom untuk mencegah penyakit seks menular. 
  • Dalam beberapa kasus tertentu, vasektomi bisa menimbulkan komplikasi dan efek samping, seperti infeksi, pendarahan, pembengkakan, dan kondisi lainnya yang sebenarnya tidak begitu serius. 

    Baca juga: Panduan dan Cara Memilih Metode Kontrasepsi yang Cocok untuk Pengantin Baru

5. Suntik hormon 

A close-up of a syringe

Description automatically generated

Source: Pexels 

Suntik hormon untuk pria merupakan metode kontrasepsi modern yang belum lama digunakan. Metode satu ini diberikan dengan cara menyuntikkan hormon progestin dan hormon testosteron sintetis setiap 8 minggu sekali. Suntik hormon ditujukan bagi pria untuk menurunkan kadar hormon testosteron alami sehingga dapat menghambat proses pematangan sperma muda.4 

Kelebihan: 

  • Suntik hormon relatif cukup aman dan efektif karena bersifat tidak permanen. 
  • Suntik hormon tidak menyebabkan kemandulan secara permanen. 
  • Cocok bagi pasangan yang pihak wanitanya tidak bisa melakukan KB karena alasan tertentu. 

Kekurangan: 

  • Sejauh ini, suntik hormon masih bersifat eksperimental dan terbatas sehingga biayanya cukup mahal. 
  • Suntik hormon juga harus dilakukan secara tepat waktu agar efektivitasnya terjaga. 
  • Suntik hormon bisa memengaruhi gairah seks. 

Itu tadi lima jenis kontrasepsi untuk pria beserta keunggulan dan kelemahannya. Metode-metode di atas ada baiknya dibicarakan terlebih dahulu dengan pasangan. Misalnya saja kondom, agar efektivitasnya meningkat, pihak perempuan juga bisa turut andil melakukan KB, seperti mengonsumsi pil KB Kombinasi Modern 21/7. Pil KB satu ini cocok bagi Mums yang ingin ber-KB tanpa harus khawatir berat badan naik atau wajah jadi berjerawat.  

Baca juga: Perencanaan Keluarga: Rahasia Anak Sehat dan Keuangan Stabil dengan Kontrasepsi Tepat

Bagikan

Referensi: 

  1. What Are the Birth Control Options for Men?. [Internet]. Dapat diakses di https://www.medicalnewstoday.com/articles/birth-control-for-men. Terakhir diakses pada Februari 2024. 
  2. Male Birth Control Options. [Internet]. Dapat diakses di https://www.webmd.com/sex/birth-control/male-contraceptives. Terakhir diakses pada Februari 2024. 
  3. Vasectomy. [Internet]. Dapat diakses di https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/vasectomy/about/pac-20384580. Terakhir diakses pada Februari 2024. 
  4. 4 Jenis Kontrasepsi yang Paling Umum untuk Pria, Beserta Plus Minusnya. [Internet]. Dapat diakses di https://hellosehat.com/seks/kontrasepsi/4-kb-untuk-pria-kontrasepsi-pria/. Terakhir diakses pada Februari 2024. 

PP-YSM-ID-0320-1

5 Jenis Kontrasepsi untuk Pria dan Plus Minusnya
5 Jenis Kontrasepsi untuk Pria dan Plus Minusnya
Article categories

Perencanaan Keluarga: Rahasia Anak Sehat dan Keuangan Stabil dengan Kontrasepsi Tepat

Private
Public

Perencanaan Keluarga: Rahasia Anak Sehat dan Keuangan Stabil dengan Kontrasepsi Tepat 

Perencanaan keluarga adalah langkah penting yang harus dipertimbangkan oleh setiap pasangan untuk memastikan kesejahteraan anak dan stabilitas keuangan keluarga. Perencanaan ini dimulai dengan memilih kontrasepsi yang tepat sesuai dengan kebutuhan pasangan. Memilih metode kontrasepsi yang sesuai tidak hanya membantu mengatur jarak kelahiran anak tetapi juga berkontribusi pada kesehatan Mums dan anak, serta stabilitas finansial keluarga. 

  • PP-YSM-ID-0320-1
Perencanaan Keluarga: Rahasia Anak Sehat dan Keuangan Stabil dengan Kontrasepsi Tepat
Rahasia Anak Sehat dan Keuangan Stabil dengan Kontrasepsi Tepat

Perencanaan Keluarga: Rahasia Anak Sehat dan Keuangan Stabil dengan Kontrasepsi Tepat

A group of people holding hands

Description automatically generated 

Sumber: Pixabay 

 

Perencanaan keluarga adalah langkah penting yang harus dipertimbangkan oleh setiap pasangan untuk memastikan kesejahteraan anak dan stabilitas keuangan keluarga. Perencanaan ini dimulai dengan memilih kontrasepsi yang tepat sesuai dengan kebutuhan pasangan. Memilih metode kontrasepsi yang sesuai tidak hanya membantu mengatur jarak kelahiran anak tetapi juga berkontribusi pada kesehatan Mums dan anak, serta stabilitas finansial keluarga. 

Memilih Kontrasepsi yang Tepat 

Pemilihan kontrasepsi adalah keputusan penting yang harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasangan. Ada beberapa metode kontrasepsi yang dapat dipertimbangkan: 

  • Metode Suntik KB: Suntik KB merupakan salah satu pilihan populer untuk mencegah kehamilan. Suntik KB merupakan jenis kontrasepsi hormonal yang mengandung progestin atau hormon progesteron. Hormon ini mirip dengan hormon alami pada wanita, yaitu progesteron, yang berfungsi untuk menghentikan ovulasi. Namun, Mums perlu mempertimbangkan potensi risiko penggunaan suntik KB, seperti peningkatan berat badan atau munculnya jerawat. 

  • Pil KB: Pil kontrasepsi oral yang harus diminum setiap hari. Metode ini cocok untuk pasangan yang baru menikah dan masih ingin menunda kehamilan dalam jangka pendek. Pil KB membantu mengatur siklus menstruasi dan memberikan fleksibilitas dalam merencanakan kehamilan di masa depan.  Mums, bisa mencoba Pil Kombinasi Modern 21/7, Pil ini mempunyai kandungan progestin anti androgen dan estrogen yang memiliki manfaat tambahan seperti menjaga berat badan tetap stabil serta kulit bebas dari jerawat.   

  • IUD (Intrauterine Device): Alat kontrasepsi yang ditempatkan di dalam rahim. IUD cocok untuk pasangan yang telah memiliki anak dan ingin menunda kehamilan dalam jangka panjang. IUD bisa bertahan hingga 5-10 tahun tergantung jenisnya, sehingga memberikan ketenangan pikiran tanpa perlu mengingat penggunaan harian seperti pil KB. Namun, Mums perlu ketahui IUD juga memiliki risiko perubahan siklus menstruasi yang menjadi tidak teratur.

  • Kondom: Metode kontrasepsi penghalang yang juga melindungi dari penyakit menular seksual. Kondom cocok digunakan untuk pasangan yang ingin perlindungan tambahan selain pencegahan kehamilan. 

  • Implan Kontrasepsi: Alat kecil yang ditanam di bawah kulit dan melepaskan hormon secara perlahan untuk mencegah kehamilan. Implan efektif untuk jangka panjang, hingga 3-5 tahun. 

 

Perencanaan Keluarga dan Hubungan dengan Kontrasepsi 

 

Jarak Jangka Pendek 

Untuk pasangan yang baru menikah dan ingin menunda kehamilan untuk sementara waktu, pil KB adalah pilihan yang cocok. Pil KB dapat memberikan kontrol yang baik terhadap siklus menstruasi dan memungkinkan pasangan untuk merencanakan waktu yang tepat untuk kehamilan. Dengan menggunakan pil KB, pasangan bisa menikmati waktu bersama dan mempersiapkan diri secara mental dan finansial sebelum memiliki anak. 

 

Jarak Jangka Panjang 

Mums yang sudah memiliki dua anak atau lebih mungkin ingin menunda kehamilan untuk jangka waktu yang lebih lama atau bahkan tidak ingin menambah anak lagi. IUD adalah pilihan yang sangat efektif untuk situasi ini. Dengan penggunaan IUD, Mums tidak perlu khawatir tentang kehamilan selama beberapa tahun, memberikan Mums waktu untuk fokus pada anak-anak yang sudah ada dan memastikan mereka mendapatkan perhatian dan sumber daya yang cukup. 

 

Baca juga: Panduan dan Cara Memilih Metode Kontrasepsi yang Cocok untuk Pengantin Baru

 

Manfaat Perencanaan Keluarga 

Perencanaan keluarga memiliki banyak manfaat, baik dari segi kesehatan maupun keuangan. Berikut beberapa manfaat utama: 

  • Kesehatan Ibu dan Anak: Perencanaan kehamilan membantu mengurangi risiko komplikasi kehamilan dan persalinan. Memberikan jeda waktu yang cukup antara kelahiran anak memungkinkan tubuh mums pulih sepenuhnya sebelum hamil lagi. 

  • Stabilitas Keuangan: Dengan merencanakan keluarga, pasangan dapat memastikan bahwa mereka memiliki sumber daya yang cukup untuk membiayai kebutuhan anak-anak, termasuk pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan sehari-hari. Menghindari kehamilan yang tidak direncanakan juga membantu menghindari beban finansial yang tidak diinginkan. 

  • Kesejahteraan Psikologis: Menyusun rencana keluarga yang baik memberikan ketenangan pikiran bagi pasangan, karena mereka tahu bahwa mereka memiliki kontrol atas kehidupan reproduksi mereka. Ini juga memungkinkan pasangan untuk merencanakan masa depan dengan lebih baik. 

  • Kualitas Hidup yang Lebih Baik: Dengan kelahiran yang direncanakan, pasangan dapat menyediakan lingkungan yang lebih baik dan lebih stabil bagi anak-anak. Anak-anak dapat menerima perhatian, kasih sayang, dan pendidikan yang lebih baik, yang berkontribusi pada perkembangan mereka yang sehat. 

Dengan perencanaan keluarga yang tepat, mums dapat memastikan anak-anak tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang cerah, sekaligus menjaga stabilitas keuangan keluarga. 

Mums mungkin akan suka: Benarkah Minum Pil KB Membantu Jaga Berat Badan Tetap Stabil?
 

 

Bagikan

Referensi 

  • World Health Organization. (2023). Family Planning/Contraception Methods. Retrieved from [WHO] (https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/family-planning-contraception) 

  • Mayo Clinic. (2023). Birth control options: Things to consider. Retrieved from [Mayo Clinic] (https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/birth-control/in-depth/birth-control-options/art-20045571) 

  • Centers for Disease Control and Prevention. (2023). Contraception. Retrieved from [CDC] (https://www.cdc.gov/reproductivehealth/contraception/index.htm) 

PP-YSM-ID-0320-1

Perencanaan Keluarga: Rahasia Anak Sehat dan Keuangan Stabil dengan Kontrasepsi Tepat
Perencanaan Keluarga: Rahasia Anak Sehat dan Keuangan Stabil dengan Kontrasepsi Tepat
Article categories

Panduan dan Cara Memilih Metode Kontrasepsi yang Cocok untuk Pengantin Baru

Private
Public

Panduan dan Cara Memilih Metode Kontrasepsi yang Cocok untuk Pengantin Baru 

 Supaya tidak keliru, simak bagaimana panduan dan cara memilih metode kontrasepsi yang cocok untuk pasangan yang baru menikah berikut ini. 

  • PP-YSM-ID-0320-1
Memilih Metode Kontrasepsi yang Cocok untuk Pengantin Baru
Memilih Metode Kontrasepsi yang Cocok untuk Pengantin Baru

Panduan dan Cara Memilih Metode Kontrasepsi yang Cocok untuk Pengantin Baru

A person and person holding a bouquet of flowers

Description automatically generated 

Sebelum menikah, penting bagi pasangan untuk membahas berbagai topik, termasuk rencana tentang kapan ingin mulai memiliki anak. Hal ini karena ada pasangan yang ingin cepat memiliki anak, sementara ada juga yang memilih untuk menunda karena berbagai alasan.  

Sebenarnya, tidak ada salahnya jika Mums dan pasangan ingin menikmati lebih banyak waktu berdua sebelum punya anak. Sekarang ini, Mums bisa menggunakan bermacam metode kontrasepsi untuk mencegah terjadinya kehamilan. Agar tidak keliru, Mums bisa mengikuti panduan dan cara memilih metode kontrasepsi yang cocok berikut ini.  

Rekomendasi Metode Kontrasepsi untuk Pengantin Baru 

 

Setiap jenis metode kontrasepsi tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Selain itu, cara memilih metode kontrasepsi yang cocok juga dilihat berdasarkan tingkat efektivitas dan efek samping yang bisa terjadi.  

Supaya bisa mendapatkan efek yang maksimal, Mum perlu menggunakannya dengan tepat. Selain itu, bagi pengantin baru, sangat penting untuk membuat perencanaan kehamilan supaya dapat memilih metode kontrasepsi yang sesuai. Berikut beberapa pilihan metode kontrasepsi yang dapat menjadi pertimbangan.  

Baca juga: Apakah Minum Pil KB Aman untuk Penderita Penyakit Hati?

Pil KB 

Pil KB menjadi kontrasepsi yang populer dan sering menjadi pilihan banyak wanita dan pasangan baru. Pasalnya, Pil KB merupakan salah satu metode yang dapat mendukung perencanaan keluarga dengan menunda kehamilan. Mums dapat menentukan kapan waktu yang tepat untuk memiliki anak pertama, kedua, dan selanjutnya.   

Supaya bisa menunda kehamilan, Mums harus meminum pil seiring dengan siklus haid. Bergantung pada jenis yang Mums pilih, konsumsi pil KB dilakukan setiap hari selama waktu tertentu. Metode kontrasepsi ini juga mempunyai cara kerja yang tidak berbeda dengan IUD hormon, implan, atau KB suntik[2]. Dengan memilih Pil KB sebagai kontrasepsi, kemungkinan Mums untuk hamil sangat kecil karena efektivitas Pil KB bisa mencapai 99.7%. 

Hal ini bisa terwujud jika Mums konsumsi secara teratur. Plus, kini telah hadir Pil KB Kombinasi Modern 21/7 yang punya manfaat tambahan untuk Bebas Jerawat & Jaga Berat Badan Tetap Stabil!  Ini berkat kandungan drospirenon yang membawa sifat anti-mineralokortikoid dan anti androgenik. Bahkan, konsumsi pil KB kombinasi modern juga membantu mengatasi gejala Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD), seperti depresi, lesu, nyeri payudara, perubahan mood, hingga gangguan tidur. Yuk, Ber-KB Bebas Jerawat dan Berat Badan Tetap Stabil dengan pil KB Kombinasi! 

Kondom 

Rekomendasi yang pertama adalah kondom, yang terbuat dari lateks (karet) yang sangat tipis, poliisoprena, atau poliuretan. Metode kontrasepsi ini dirancang untuk mencegah air mani pasangan masuk dan menuju ke ovarium apabila pasangan melakukan ejakulasi di dalam.  

Jika digunakan dengan benar setiap kali berhubungan seks, kondom pria 98% efektif untuk mencegah kehamilan. Ini artinya, 2 dari 100 orang akan hamil dalam 1 tahun jika kondom pria digunakan sebagai metode kontrasepsi[1]

Tak hanya itu, kondom juga menjadi jenis metode kontrasepsi yang memberi perlindungan dari risiko penularan penyakit menular seksual. 

KB Alami 

KB alami kerap menjadi pilihan bagi beberapa wanita yang tidak nyaman dengan metode kontrasepsi lain dan memiliki risiko alergi terhadap bahan lateks, sehingga tidak dapat memakai kondom. Caranya dengan menghitung masa subur dan siklus menstruasi secara manual dengan menggunakan kalender. 

Jika perhitungannya tepat, cara ini memang cukup efektif untuk mencegah kehamilan. Namun, Mums sebaiknya tidak memilih KB alami apabila memiliki siklus haid yang tidak teratur. Sebab, perhitungan bisa saja kurang tepat sehingga bisa berujung pada kehamilan yang tidak diharapkan.  

Implan 

Metode kontrasepsi implan bekerja dengan melepas hormon progesteron dalam aliran darah dan mengentalkan lendir pada area serviks sehingga menyulitkan sperma untuk masuk dan menembus ovarium. Jenis kontrasepsi ini memiliki bentuk batang dengan ukuran sekitar 4 inci dan ditanam pada lengan bagian atas.  

Metode kontrasepsi implan sering kali menjadi solusi untuk waktu yang cukup lama dalam merencanakan kehamilan. Jangka waktunya adalah sekitar 5 tahun dan menawarkan efektivitas mencapai 99%. 

Jadi, apabila Mums dan pasangan sedang tidak berencana untuk memiliki anak dalam jangka 5 tahun, KB implan bisa menjadi opsi yang layak dipertimbangkan. Sementara itu, apabila berniat untuk hamil sebelum waktu tersebut, Mums dapat melepas implan setiap saat[2]. 

Suntik KB 

Selain implan, Mums juga dapat mempertimbangkan untuk menggunakan KB suntik. Jenis KB ini juga mengandung hormon progesteron dalam bentuk sintetis atau gabungan dari hormon progesteron dan estrogen. Cara memakainya adalah disuntikkan pada bagian atas lengan atau pantat.  

Kandungan hormon dalam cairan tersebut akan bekerja aktif dalam menghentikan terjadinya ovulasi sekaligus membuat lendir yang terdapat di sekeliling serviks menjadi lebih kental. Alhasil, sperma akan lebih sulit mencapai rahim.  

Metode kontrasepsi jenis suntik juga menawarkan efektivitas yang tinggi untuk mencegah terjadinya kehamilan. Jangka waktunya adalah sekitar tiga bulan. Meski begitu, Mums tetap perlu mengetahui kekurangan dari KB suntik, yaitu dapat mengakibatkan siklus haid terganggu atau memicu perdarahan yang tidak teratur. 

Selain itu, Mums juga harus mencatat secara teratur kapan waktu mendapatkan KB, dan jenis metode kontrasepsi ini juga tidak dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual[2]. 

Baca juga: Perbandingan Risiko Berbagai Alat Kontrasepsi: Mana yang Paling Aman?

IUD 

IUD adalah jenis metode kontrasepsi yang digunakan dengan cara dimasukkan dalam rahim atau ovarium sehingga mencegah sel sperma untuk mencapai sel telur. Jenis KB ini secara efektif mencegah terjadinya kehamilan antara 3 hingga 10 tahun bergantung pada jenis yang Mums pakai.  

Apabila Mums berencana untuk hamil, cukup lepas metode KB ini. Terdapat dua jenis KB IUD yang dapat Mums pilih, yaitu:  

  • Tembaga T. Tipe ini memiliki ciri khas bentuknya yang seperti huruf T, berukuran kecil, dan terbuat dari tembaga. Cara penggunaannya adalah dipasang pada rahim dari serviks. KB ini memiliki efektivitas dalam mencegah kehamilan hingga 5 tahun dan tidak memiliki kandungan hormon. Ini berarti, Mums yang mempunyai masalah hormonal bisa menggunakan jenis KB ini.  

  • IUD hormonal. Berbeda dengan tembaga T, Tipe IUD ini memiliki kandungan berupa hormon progestin sehingga kurang tepat untuk Mums yang memiliki masalah hormonal. Meski begitu, tingkat efektivitas dan cara pemasangannya tidak jauh berbeda dengan IUD jenis tembaga T. Selain itu, KB IUD ini juga sering direkomendasikan untuk pasangan yang baru menikah dan ingin menunda memiliki anak[2]

Diafragma 

Diafragma atau tutup kontrasepsi adalah kubah melingkar yang terbuat dari karet tipis dan lembut yang dimasukkan ke dalam vagina sebelum berhubungan seks. Ini menutupi leher rahim sehingga sperma tidak bisa masuk ke dalam rahim untuk membuahi sel telur. 

Mums hanya perlu menggunakan diafragma atau penutup saat berhubungan seks, tetapi harus mendiamkan metode ini minimal 6 jam setelah terakhir kali melakukan hubungan seks sebelum melepasnya. 

Apabila digunakan dengan benar, metode kontrasepsi ini bisa mencegah kehamilan antara 92-96%. Meski begitu, Mums tidak akan terlindungi dari penyakit menular seksual saat menggunakan metode KB ini, dan dapat menimbulkan risiko berupa cystitis atau infeksi kandung kemih[1].

 

 

Bagikan

Referensi: 

  1. Which method of contraception suits me? Your contraception guide [Internet]. Dapat diakses di https://www.nhs.uk/conditions/contraception/which-method-suits-me/Terakhir diakses Desember 2023. 

  2. 6 Metode Kontrasepsi yang Aman untuk Pengantin Baru [Internet]. Dapat diakses di https://www.halodoc.com/artikel/6-metode-kontrasepsi-yang-aman-untuk-pengantin-baru. Terakhir diakses Desember 2023. 

PP-YSM-ID-0320-1

Panduan dan Cara Memilih Metode Kontrasepsi yang Cocok untuk Pengantin Baru
Memilih Metode Kontrasepsi yang Cocok untuk Pengantin Baru
Article categories

Perbandingan Risiko Berbagai Alat Kontrasepsi: Mana yang Paling Aman?

Private
Public

Perbandingan Risiko Berbagai Alat Kontrasepsi: Mana yang Paling Aman?  

Setiap jenis alat kontrasepsi punya keamanan dan risiko. Inilah sebabnya, Mums sebaiknya konsultasi dengan dokter sebelum memilih salah satunya. 

  • PP-YSM-ID-0320-1
Perbandingan Risiko Berbagai Alat Kontrasepsi: Mana yang Paling Aman?
Perbandingan Risiko Berbagai Alat Kontrasepsi

Perbandingan Risiko Berbagai Alat Kontrasepsi: Mana yang Paling Aman?

Memilih metode kontrasepsi yang aman sangat penting bagi banyak wanita yang ingin mengatur kehamilan mereka. Dengan adanya berbagai pilihan yang tersedia, muncul pertanyaan penting: Seberapa aman metode kontrasepsi yang dipilih?  

Memang benar, perbandingan risiko antara berbagai jenis kontrasepsi menjadi topik yang menarik perhatian, karena memiliki implikasi besar terhadap kesehatan dan keputusan perencanaan keluarga. Mengetahui keamanan dan risiko dari setiap metode kontrasepsi bisa membantu Mums memilih jenis yang tepat sesuai dengan kebutuhan. 

Keamanan Kontrasepsi dan Risikonya 

A white bottle with pills spilling out of it

Description automatically generated 

Setiap jenis alat kontrasepsi mempunyai tujuan yang sama, yaitu mencegah terjadinya kehamilan. Meski begitu, Mums tentu perlu mengetahui bagaimana keamanan kontrasepsi yang menjadi pilihan serta risikonya. Berikut ini perbandingan risiko dan keamanan setiap jenis kontrasepsi yang bisa menjadi pertimbangan:  

 

KB Alami 
Tak sedikit perempuan memilih mencegah kehamilan dengan KB alami. Ini artinya, Mums menghitung masa subur secara konvensional dengan menggunakan kalender. Metode ini memiliki tingkat kesuksesan sebesar 80%, dengan beberapa perempuan mendapati bahwa perhitungan yang dilakukan kurang tepat yang berujung pada ‘kebobolan’.  Hal ini terjadi karena ejakulasi pada pria tidak dapat diprediksi. Jadi disamping kemudahan tanpa perlu alat kontrasepsi dan biaya, terdapat risiko kebobolan. Metode Kb ini sepenuhnya bergantung pada pria untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan melakukan ejakulasi di luar. 1] 

Implan 

Tingkat kesuksesan KB implan dapat mencapai 99% untuk mencegah kehamilan. Keamanan kontrasepsi ini juga tidak mengganggu hubungan seksual.  Dalam metode ini, sebuah batang kecil dan fleksibel ditempatkan di bawah kulit lengan atas perempuan, melepaskan hormon progesteron. Hormon tersebut menghentikan ovarium untuk melepaskan sel telur dan mengentalkan lendir serviks sehingga menyulitkan sperma masuk ke dalam rahim.  Metode KB implan memerlukan prosedur kecil dengan menggunakan anestesi lokal untuk memasang dan melepas batangnya. Selain itu, Mums yang memilih KB ini perlu mengganti secara berkala setelah tiga tahun pemakaian.  Metode ini juga memiliki beberapa kekurangan, seperti membutuhkan penyedia layanan kesehatan terlatih untuk memasang dan melepas, terkadang terjadi pendarahan tidak teratur pada awalnya, dan tidak melindungi terhadap IMS (Infeksi Menural Seksual)[2].

IUD 
Perangkat kecil berbentuk T ini terbuat dari bahan yang mengandung hormon progesteron atau plastik dan tembaga serta dipasang di dalam rahim wanita oleh dokter yang terlatih. Ini adalah metode kontrasepsi jangka panjang yang dapat bertahan selama 3 hingga 5 tahun, tergantung pada jenisnya. Tingkat efektivitas KB ini adalah 99% untuk jenis tembaga, dan 99,8% efektif untuk jenis yang mengandung hormon. Beberapa IUD mengandung hormon yang dilepaskan secara bertahap untuk mencegah kehamilan. Metode KB ini juga dapat menjadi pilihan darurat yang efektif jika dipasang dalam waktu lima hari (120 jam) setelah melakukan hubungan seks tanpa kondom. Sementara itu, kekurangannya termasuk perdarahan dan bercak tidak teratur yang terjadi dalam enam bulan pertama penggunaan, memerlukan penyedia layanan kesehatan terlatih untuk pemasangan maupun pelepasan, dan tidak melindungi terhadap penyakit menular seksual[2]

Kondom 

Faktanya, kondom menjadi satu-satunya alat kontrasepsi yang tidak hanya mencegah kehamilan, tetapi juga melindungi Mums dan pasangan dari bahaya Penyakit Menular Seksual. Metode kontrasepsi ini juga dapat digunakan sesuai permintaan, bebas hormon dan mudah dibawa-bawa[2]. Meski demikian, kontrasepsi ini juga mudah robek saat digunakan. Selain itu, beberapa perempuan juga memiliki reaksi alergi terhadap lateks, bahan utama yang digunakan untuk membuat kondom dan harus selalu diganti setelah pemakaian karena kondom hanya sekali pakai[1]

Birth Control Patch 

Mums juga bisa menggunakan KB patch yang bentuknya mirip seperti plester yang dipakai dengan cara ditempelkan pada tubuh. Nantinya, patch akan melepaskan hormon ke tubuh melalui permukaan kulit untuk mencegah terjadinya kehamilan.  Jika digunakan dengan benar, keamanan kontrasepsi ini untuk mencegah kehamilan dapat mencapai 99%. Setiap patch memiliki ketahanan selama satu minggu, ganti patch setiap minggu selama 3 minggu, lalu libur seminggu tanpa patch.  Alat kontrasepsi ini akan tetap efektif meski Mums menggunakannya ketika sedang mandi, berolahraga, atau berenang. Bahkan, ketika Mums mengalami menstruasi yang berat atau menyakitkan, patch ini dapat membantu.  Meski begitu, patch juga tidak dapat melindungi Mums dari penyakit menular seksual, dan mungkin menimbulkan efek samping seperti sakit kepala, mual, nyeri payudara, dan nyeri payudara[3].  

Baca juga: Wajib Tahu, Ini 5 Tips Cepat Hamil Setelah Berhenti Konsumsi KB Pil
 

Pil KB 

Pil kontrasepsi oral adalah metode kontrasepsi yang paling sering digunakan oleh perempuan. Jenisnya ada dua, yaitu pil KB kombinasi yang mengandung estrogen dan progestin, dan pil mini yang mengandung satu hormon, yaitu progestin. Perlu diingat bahwa pil KB tidak cocok untuk perempuan yang tidak bisa menggunakan kontrasepsi dengan kandungan hormon estrogen. Pil KB akan menjadi metode kontrasepsi yang sangat efektif jika dikonsumsi dengan benar dan tidak mengganggu hubungan seks Mums dengan pasangan. Bahkan, pil KB kombinasi modern dapat mencegah berat badan bertambah, melancarkan menstruasi, dan mengatasi masalah jerawat ringan hingga sedang[2]. Ini karena pil KB kombinasi modern seperti 21/7 atau 24/4 mengandung drospirenon yang bersifat anti-mineralkortikoid dan anti-androgenik. Selain itu, kandungan estrogen yang rendah juga menjadikan pil KB pilihan kontrasepsi yang membantu mencegah gejala Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD), seperti depresi, lesu, perubahan mood, nyeri payudara, perut kram dan kembung, serta gangguan tidur.  Melalui pil KB kombinasi modern yang mengandung drospirenon, Mums bisa Ber-KB Bebas Jerawat dan Berat Badan Tetap Stabil, lo!  

 

Mums mungkin akan suka: Perbandingan Risiko Berbagai Alat Kontrasepsi: Mana yang Paling Aman?

Bagikan

Referensi: 

  1. Contraception: Pros and Cons of Different Contraceptive Methods [Internet]. Dapat diakses di https://youngwomenshealth.org/guides/pros-and-cons-contraceptive-methods/Terakhir diakses Desember 2023. 

  2. 9 types of contraception you can use to prevent pregnancy (with pictures!) [Internet]. Dapat diakses di https://www.health.qld.gov.au/newsroom/features/types-contraception-women-condoms-pill-iud-ring-implant-injection-diaphragmTerakhir diakses Desember 2023. 

  3. Which method of contraception suits me? Your contraception guide [Internet]. Dapat diakses di https://www.nhs.uk/conditions/contraception/which-method-suits-me/. Terakhir diakses Desember 2023.  

PP-YSM-ID-0320-1

Perbandingan Risiko Berbagai Alat Kontrasepsi: Mana yang Paling Aman?
Perbandingan Risiko Berbagai Alat Kontrasepsi: Mana yang Paling Aman?
Article categories
Subscribe to Seputar Kontrasepsi